Datangi Rumah Dinas Jokowi, JK Bertemu 4 Mata

Setelah berbincang sebentar, JK pun masuk ke dalam mobil yang terpakir di depan. Sementara, Jokowi kembali masuk ke dalam rumahnya.

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 02 Sep 2014, 23:25 WIB
Jokowi dan JK di Rumah Transisi, Jakarta. (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla malam ini melakukan pertemuan tertutup dengan presiden terpilih Joko Widodo di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 21.00 WIB, sebuah mobil Mercy berwarna hitam dengan nomor polisi B 1178 RFT memasuki halaman rumah Jokowi. Pantauan Liputan6.com, Jusuf Kalla yang mengenakan kemeja batik terlihat dari balik kaca mobil duduk di kursi bagian belakang.

Selama hampir 1 jam lebih, sekitar pukul 22.30 WIB pintu rumah bercat putih itu terbuka. Terlihat Jokowi yang mengenakan kemeja lengan panjang putih keluar bersama JK. Setelah berbincang sebentar, JK pun masuk ke dalam mobil yang terpakir di depan. Sementara, Jokowi kembali masuk ke dalam rumahnya.

Beberapa awak media pun mencoba mencegat mobil yang ditumpangi JK. Namun, pria berusia 72 tahun itu hanya melambaikan tangan tanpa membuka kaca mobilnya. Mobil tersebut langsung melaju meninggalkan kediaman Jokowi dengan diiringi 2 mobil Paspampres.

Sebelumnya, Jokowi mengadakan rapat dengan tim transisi untuk membahas soal opsi 1 struktur kabinetnya, yakni opsi 34 kementerian. Namun tanpa kehadiran Jusuf Kalla.

Jokowi mengatakan meski tak terjadi pengurangan kementerian, yang berbeda dari opsi 1 ini dengan kabinet Presiden SBY adalah lebih ditekankannya pada perubahan nama beberapa kementerian yakni Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kedaulatan Pangan, dan Kementerian Maritim.

"Ini belum memutuskan loh. Masih ada 2 opsi lagi. Mungkin besok dibahas," ucap Jokowi.

Dalam Opsi 1 itu sendiri, ditambahkan Deputi Kantor Transisi Andi Widjajanto, ada 19 dari 34 kementerian yang tak akan diubah atau tetap sama. Di antaranya Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementeria Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Hukum.

"Tadi kami menyampaikan ke Pak Jokowi kalau masih 34 kementerian, maka tidak dibutuhkan gedung atau pegawai baru," jelas Andi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya