Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, teknologi Artificial Intelligence (AI) sudah tak lagi dapat dihindari. Qiscus, perusahaan teknologi penyedia platform omnichannel customer engagement berbasis AI, mencatat peningkatan signifikan dalam adopsi solusi AI oleh pelaku bisnis di Indonesia.
Menurut CEO dan Co-founder Qiscus Delta Purna Widyangga, tidak hanya startup dan perusahaan teknologi, kini berbagai sektor, mulai dari e-commerce, layanan keuangan, hingga pemerintahan, berlomba mengintegrasikan AI ke dalam strategi layanan pelanggan mereka.
Advertisement
"Namun, dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif, otomatisasi dasar saja tidak lagi memadai. Bisnis kini membutuhkan pendekatan yang bukan hanya cepat dan responsif, tetapi juga proaktif dan kontekstual," ujar Delta, melalui keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025).
Dia mengatakan, di tengah kompleksitas ini, AI Agent mulai dilirik sebagai solusi strategis untuk menghadirkan interaksi pelanggan yang lebih cerdas dan scalable.
"Menurut survei McKinsey, AI memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis hingga 40% dan memangkas biaya secara keseluruhan hingga 30%," ucap Delta.
Dalam jangka panjang, lanjut dia, penerapan AI Agents diproyeksikan mampu menciptakan nilai ekonomi global mencapai USD 4,4 triliun per tahun, sebuah indikasi jelas bahwa teknologi ini akan menjadi fondasi utama dalam strategi customer engagement masa depan.
"Berbeda dari chatbot konvensional, AI Agent bekerja secara proaktif dan kontekstual. AI Agents tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi memahami maksud, memberi solusi, bahkan mampu melakukan tindakan atas nama pelanggan. Dalam praktiknya, AI Agents memungkinkan bisnis menghadirkan pengalaman pelanggan (customer experience/CX) yang cepat, personal, dan konsisten di berbagai kanal digital, seperti WhatsApp, media sosial, situs web, hingga aplikasi," papar Delta.
Bisa Digunakan di Indonesia
Menurut Delta, teknologi ini menjadi semakin relevan di Indonesia, di mana, volume percakapan bisnis dan pelanggan terus meningkat, baik di sektor e-commerce, layanan kesehatan, finansial, hingga pemerintahan.
"Di tengah pasar digital yang dinamis, kehadiran AI Agent diyakini akan menjadi faktor pembeda utama dalam membangun loyalitas dan meningkatkan lifetime value pelanggan," ucap dia.
Melihat urgensi dan potensi besar dari teknologi ini, lanjut Delta, Qiscus akan kembali menggelar Conversa 5.0: Elevate Every Customer Experience with AI Agents pada 27 Agustus 2025.
Acara ini, kata dia, ditujukan bagi para pemimpin bisnis, pengambil keputusan, praktisi teknologi, serta stakeholders di ekosistem CX untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi dan implementasi nyata AI Agent.
"Tingginya antusiasme peserta terhadap topik AI dalam Conversa 4.0 tahun lalu juga menjadi pemicu bagi Qiscus untuk mendalami lebih lanjut arah perkembangan teknologi ini," kata Delta.
Tahun lalu, menurut dia, Qiscus juga memperkenalkan solusi berbasis AI untuk otomasi customer engagement. Melihat percepatan adopsi dan transformasi di lapangan, tahun ini Qiscus akan kembali meluncurkan solusi terbaru berbasis AI—yang akan diperkenalkan secara eksklusif di panggung Conversa 5.0.
"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari pelaku industri terhadap solusi AI dalam satu tahun terakhir. Optimisme inilah yang ingin kami teruskan di Conversa 5.0. Lewat kolaborasi dan diskusi lintas sektor, kami ingin mendorong adopsi AI Agent secara lebih luas," terang Delta.
"Fokus ini sejalan dengan komitmen Qiscus dalam menghadirkan solusi inovatif sebagai bagian dari perjalanan kami menjadi perusahaan teknologi kelas dunia dari nusantara. Kami percaya bahwa AI akan menjadi salah satu pilar utama dalam evolusi customer experience, dan Qiscus siap menjadi pelopornya," sambung dia.
Menurut Delta, tahun sebelumnya, Conversa menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka seperti mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, mantan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, Ketua Umum APRINDO Roy Mandey, serta para praktisi bisnis dari ZAP Clinic, Feedloop.ai, Meta, dan salah satu perusahaan e-commerce ternama.