CEO iPaymu Punya Mimpi Melahirkan 1 Juta Netpreneur

Masa depan e-commerce di Indonesia menurut CEO iPaymu sangat cerah, apalagi Indonesia memiliki populasi 240 juta penduduk.

oleh Dewi Widya NingrumDiterbitkan 11 Agustus 2014, 13:42 WIB
CEO iPaymu, Pikukuh Pambudhiarto Tutuko (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Bicara soal bisnis, kebanyakan orang berpikir bahwa berbisnis harus mempunyai toko secara fisik dulu. Mindset inilah yang ingin diubah CEO iPaymu, Pikukuh Pambudhiarto Tutuko.

Melalui gerakan "UKM Goes Online" yang diusungnya, Kukuh ingin mengajak para pelaku UKM untuk berbisnis secara online. Namun di balik kemudahan berjualan lewat internet, ternyata soal pembayaran masih menjadi masalah. Karena itu lahirlah iPaymu, layanan pembayaran berbasis debit pertama di Indonesia.

"Paymu lahir dari kebutuhan maraknya pertumbuhan internet dan e-commerce di Tanah Air," kata Kukuh dalam wawancara khusus dengan Liputan6.com.

Menurutnya, beberapa merchant yang berbasis UKM banyak yang kesulitan mendapat fasilitas dari bank sehingga mereka membutuhkan pihak lain agar dapat melakukan pembayaran secara online. iPaymu hadir untuk mengisi celah ini.

iPaymu saat ini sudah terintegrasi dengan lebih dari 137 bank melalui jaringan ATM. Belum sampai 2 tahun berdiri, iPaymu kini sudah memiliki 26 ribuan user. Ini menarik karena iPaymu tidak melakukan promosi khusus, namun melalui viral dari para UKM.

"Tahun ini kami menargetkan 100 ribu user. Cita-cita iPaymu: kami ingin menciptakan 1 juta netpreneur, pengusaha baru di dunia internet. Kami berharap mulai banyak pengusaha-pengusaha online di Indonesia," tutur Kukuh.

Masa depan e-commerce di Indonesia menurutnya sangat cerah, apalagi Indonesia memiliki populasi 240 juta penduduk. Namun Kukuh berpesan, Indonesia jangan sampai dijadikan market saja.

"Kita harus menjadi penyedianya, bukan sekedar orang yang belanjanya tapi industrinya juga kita pegang," pungkas pria kelahiran 38 tahun silam ini.

Simak wawancara kami selengkapnya dengan Kukuh dalam video di bawah ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya