Liputan6.com, Muenchen - Kendaraan besutan Eropa umumnya menggunakan mekanisme penggerak roda belakang. Kini, pakem tersebut perlahan bergeser seiring dengan gairah pasar.
BMW contohnya, untuk beberapa model terbaru mereka, pabrikan Bavaria ini dikatakan melirik mekanisme penggerak roda depan. Pasalnya, dalam laporan penjualan per semester mereka, total sebanyak 40 persen penjualan sukses disumbang oleh varian berpenggerak roda depan.
Advertisement
Dilansir dari Inautonews pada Senin (4/8/2014), atas torehan ini, BMW cukup percaya diri untuk melepas beberapa model terbaru mereka yang menggunakan mekanisme penggerak roda depan. Tak tanggung, sebanyak 12 model kendaraan front wheel drive (FWD) akan diperkenalkan oleh produsen Bavaria tersebut.
Sebagai bocoran, selain Seri 1 dan X1, beberapa model dari kendaraan ikonik MINI juga akan dibesut dengan penggerak roda depan.
Memang, selama ini kendaraan Eropa seperti BMW dikenal dengan pakem tradisi produk kendaraan dengan penggerak roda belakang. Masing-masing mekanisme penggerak pun memiliki keunggulan sendiri.
Mekanisme penggerak roda depan yang banyak ditemui di kendaraan besutan pabrikan Jepang memang dikenal lebih murah dalam ongkos produksi. Selain desainnya yang tak terlalu rumit, turut dikatakan, bahan bakar yang dikonsumsi menjadi lebih irit.
Namun demikian, penggerak roda depan dinilai kurang tangkas dalam membesut akselerasi. Seperti diketahui, performa mesin memang menjadi ciri khas karya otomotif Eropa selama ini. Selain itu, potensi understeer kala berbelok juga dikatakan lebih besar dibanding kendaraan dengan penggerak roda belakang.