Ciri Orang Sehat Menurut Ajaran Rasul, Tidur Lelap di Malam Hari

Maka itu, ciri orang yang sehat salah satunya adalah dapat tertidur lelap di malam hari.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 24 Jul 2014, 07:00 WIB
Ilustrasi Bayi Tidur (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta Mengapa di malam hari waktu yang dibutuhkan untuk beristirahat lebih lama ketimbang siang hari? Mungkin itulah pertanyaan yang kerap terlontar dari mulut kita, di saat hendak memejamkan mata sejenak di siang hari. Alasannya, pada malam hari organ-organ tubuh tengah melakukan pekerjaan yang cukup berat.

"Karenanya, membutuhkan energi yang sangat besar untuk merestorasi sel-sel yang mati. Sebab, di antara tujuh puluh lima triliun sel tubuh yang mengalami pergantian sel, sekitar tiga ratus sampai delapan ratus miliar sel dalam sehari," kata dr. Muhammad Suwardi, Ketua Forum Kajian Islam dan Kedokteran Indonesia, ditulis Health Liputan6.com pada Rabu (23/7/2014)

Pada malam hari, kata Suwardi, terjadi fase penyerapan energi. Fase ini dapat berjalan dengan baik, apabila kondisi tubuh dalam keadaan istirahat. "Kondisi ini hanya didapat ketika kita sedang tidur," kata dia menambahkan.

Maka itu, ciri orang yang sehat salah satunya adalah dapat tertidur lelap di malam hari. Hanya orang yang mengalami stres, baik fisik maupun psikis, yang mengalami gangguan tidur.

Selain itu, dokter sekaligus penulis buku berjudul `Solusi Sehat Islami`, mengatakan, di malam hari proses detoksifikasi pun berlangsung, yang disusul dengan proses pembuangan pada keesokan harinya.

"Hal ini diajarkan dalam Al-Quran dan hadis dan telah terbukti secara medis," kata dia menerangkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya