Liputan6.com, Jakarta - Amblasnya jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah pada Kamis 17 Juli 2014 lalu berpengaruh langsung pada jadwal keberangkatan bus di berbagai terminal, termasuk Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Hal itu juga diakui Menteri Perhubungan EE Mangindaan.
"Saya katakan dari kater (Kepala Terminal) ada keterlambatan-keterlambatan, beliau sudah katakan ya," kata Mangindaan usai meninjau Terminal Pulogadung, Jaktim, Rabu (23/7/2014).
Saat ini, jajarannya tengah berupaya agar keterlambatan itu tak semakin parah. Dia juga memastikan, penjualan tiket tak dipersulit.
"Tadi memang sudah diakui, saya imbau supaya jangan-jangan terjadi terlambat lagi apalagi yang jarak jauh karena akan bertambah jam perjalanan," tutur dia.
Dirinya belum bisa memastikan sampai kapan keterlambatan bus ini akan berlangsung. Sebab, semua tergantung proses perbaikan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Dari PU saya tanyakan, ya sampai hari ini mereka baru mampu selesaikan untuk satu jalur sebelah utara. Itu pun dengan kendaraan kecil. Mereka nggak berani dengan kendaraan berat karena takut amblas lagi karena masih belum sempurna, masih labil sehingga kalau dipaksakan takut amblas lagi, malah semuanya nggak bisa lewat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Pulogadung, Muhammad Arafat mengatakan, keterlambatan bus sudah terjadi sejak jembatan Comal amblas. Bahkan, waktu keterlambatan bisa sampai 24 jam.
"Bisa sampai 24 jam terlambatnya. Penumpang malah ada yang menginap. Lalu setelah bus datang langsung kita antar," terangnya.
Keterlambatan diakibatkan bus harus mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetam di jalur utara. Hampir semua kendaraan mencari jalam alternatif, jalur tengah maupun selatan juga macet.
"Efeknya berantai. Keterlambatannya karena mencari jalam alternatif itu jadi jarak tempuhnya berlipat," tandas Arafat.
Advertisement