Data Ekonomi Bayangi IHSG, Awasi Delapan Saham Pilihan

Menjelang pengumuman hasil penghitungan suara, saham konstruksi, perbankan dan infrastruktur jadi pilihan.

oleh Agustina Melani diperbarui 16 Jul 2014, 07:23 WIB
Ilustrasi IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah data ekonomi global dan regional akan mempengaruhi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Bila data ekonomi tersebut positif akan mendorong indeks saham kembali menguat.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG diperkirakan masih bergerak menguat di level 5.045-5.110. Sejumlah rilis data ekonomi akan mempengaruhi indeks saham seperti data ritel penjualan akan turun 0,18 persen pada Juni 2014.

Lalu Cina juga akan merilis data pertumbuhan ekonominya pada kuartal II 2014 yang diperkirakan stagnan di level 7,4 persen year on year.

"Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pidato pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengenai kebijakan moneter. Sentimen dari luar negeri itu turut memberikan pengaruh terhadap indeks saham," tulis riset PT Sinarmas Sekuritas, yang dikutip Rabu (16/7/2014).

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, pergerakan indeks saham secara teknikal menguat. Hal itu mengingat dana asing yang terus masuk ke pasar modal Indonesia.

"Kekuatan naik terus membesar, potensi untuk bisa menembus resistance 5.116 cukup besar. Hal itu karena pola gerakan IHSG dengan waktu jangka pendek masih naik. Support terjaga cukup baik pada 5.011, dan belum terlihat potensi untuk dijajal ataupun ada tekanan berarti," kata William.

Sedangkan Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, kenaikan indeks saham pada Selasa pekan ini dipicu dari bursa saham global. Posisi IHSG dari sideways ke potensi minor uptrend untuk menguji resistance lama di 5.095-5.145.

Yuganur merekomendasikan pelaku pasar melirik saham infrastruktur, kontruksi, bank berkapitalisasi besar, dan semen sebagai tema trading menjelang hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014.

"IHSG akan berada di level support 5.024-4.980-4.870 dan level resistance 5.095-5.145-5.275," kata Yuganur.

IHSG ditutup naik 49,75 poin atau 0,9 persen ke level 5.070 pada Selasa 15 Juli 2014. Level tertinggi IHSG berada di kisaran 5.070,82 dan level terendah 5.032,95 pada Selasa pekan ini.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 199.819 kali dengan nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,2 triliun.

Rekomendasi Saham

William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar pada Rabu pekan ini. Saham-saham yang dicermati antara lain saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Ace Hardware Tbk (ACES), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sedangkan riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain saham PT PP Tbk (PTPP), PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Holcim Tbk (SMCB) untuk menjadi pertimbangan pelaku pasar. Menurut Yuganur, koreksi pullback untuk mengurangi efek jenuh beli harian di emiten semen ini masih dalam batasan medium term tren naik yang terbentuk sejak bulan lalu.

"Rekomendasi akumulasi untuk kontinuasi tren naik ke Rp 2.975," kata Yuganur.

Yuganur merekomendasikan pelaku pasar untuk masuk saham SMCB di level pertama Rp 2.825, level kedua Rp 2.775, dan cut loss point Rp 2.725. (Ahm/)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya