Liputan6.com, Bangkok Sebagai salah satu surga wisata belanja di Asia, Bangkok memiliki banyak pusat perbelanjaan. Namun ada satu mal yang unik, karena hanya dihuni oleh ribuan ikan.
Diabaikan oleh manusia selama hampir dua dekade, New World Mall di Bangkok telah menarik konsumen yang berbeda. Selama hampir dua dekade belakangan, mal ini dihuni oleh ribuan ikan koi dan ikan yang kerap berpesta makanan ikan dari penduduk dan wisatawan setempat.
Advertisement
Dilansir melalui Bangkok POst, Rabu (9/7/2014), dibangun pada tahun 1982, pusat perbelanjaan New World bertahan hanya 15 tahun sebelum krisis datang memanggil. Pada tahun 1997, Bangkok Metropolitan Administration menghancurkan tujuh dari 11 lantai mal ini setelah ditemukan bahwa sang pemilik hanya mendapat izin untuk mendirikan bangunan setinggi empat lantai.
Setelah pembongkaran tersebut, pada tahun 1999 terjadi kebakaran yang melalap semua lantai dan hanya meninggalkan sisa berupa dinding dan atap bangunan. Tak lama kemudian, lantai dasar mal tersebut dengan cepat menjadi kolam yang penuh dengan tahun akumulasi air hujan dan jentik nyamuk.
Untuk mengatasi masalah menjengkelkan dan berpotensi berbahaya ini, orang-orang di daerah tersebut memutuskan untuk membiakkan spesies ikan yang dikenal memangsa lalat. Dan begitu saja, sebuah miniatur ekosistem lahir di mal itu lalu ditinggalkan.
Pada awalnya, hanya ada 10 sampai 20 pengunjung yang biasa mengunjungi kolam tersebut. Seorang penjual mie lokal, Jae Toom mengonfirmasi kepada Bangkok Post bahwa sebagian besar orang-orang ini berada disana hanya untuk memberi makan ikan. Namun, sejak foto ikan-ikan di kolam ini dibagikan melalui jaringan sosial media, Facebook minggu lalu, dengan segera bangunan yang terabaikan ini menjadi kembali terkenal dan mengundang lebih banyak pengunjung datang untuk memberi makan ikan setiap harinya.
Senin (7/7/2014) lalu, menurut kantor berita CNN, seorang pejabat Administrasi Metropolitan Bangkok menyatakan bangunan ini tidak stabil dan memerintahkan didirikan barikade untuk menjaga dari publik. Sementara itu, lembaga yang sama mengatakan kepada Bangkok Post bahwa area tersebut ditutup untuk memncegah risiko kesehatan dan ketidakstabilan struktur bangunan yang dapat menimpa pengunjung.
Hingga saat ini belum diambil keputusan apakah bangunan tersebut akan diperbaiki atau akan dihancurkan. (Liz)