Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memproyeksikan asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2015 akan berada di level 5,5 persen-6 persen dengan tingkatan inflasi pada range 3 persen- 5 persen.
Ini tertuang dalam proyeksi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) yang akan digunakan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015,
"Angka pertumbuhan ini jelas lebih baik karena angka 5,5% dalam APBNP 2014 merupakan batas atas kita sedangkan pada RAPBN 2015 merupakan batas bawah proyeksi," ujar Menteri Keuangan Chatib Basri dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, di Gedung DRR RI, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Selain itu, Chatib juga menyatakan untuk nilai tukar rupiah sepanjang 2015 akan berada pada Rp 11.500-Rp 12 ribu. "Rupiah kami proyeksikan pada range itu sesuai dengan ekspektasi situasi nanti," lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun berada dibawah proyeksi yang disampaikan Menkeu dengan tingkat inflasi yang lebih baik.
"Kami perkirakan akan lebih baik yakni pada level 4 +-1% dan besaran pertumbuhan ekonomi ada pada range 5,4%-5,8%," katanya.
Agus juga memproyeksikan besaran nilai tukar rupiah sepanjang tahun 2015 akan berada dalam range Rp 11.900-Rp 12.100.
"Ini setelah kami mempertimbangkan berbagai kemungkinan adanya tekanan ekonomi global dan nasional yang akan dihadapi Indonesia pada tahun depan," tandas dia.(Dny/Nrm)
Advertisement