Liputan6.com, Jakarta - Tim Ahli Ekonomi Jokowi-Jusuf Kalla, Wijayanto Samirin menilai penurunan petumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2011 merupakan dampak ketiadaaan kebijakan yang inovatif.
Wijayanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 mencapai 6,5%, kemudian turun hingga kuartal I-2014 menjadi 5,2%.
"Artinya tidak adan konsistensi atas penurunan pertumbuhan," kata Wijayanto di Media Center Jokowi-JK, kawasan Menteng Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Menurut dia, kalau tidak ada upaya inovatif dan jika mengikuti kebijakan yang ada saat ini maka pertumbuhan ekonomi nasional akan terus menurun.
Ia mengungkapkan, salah satu cara inovatif untuk mendongkrak pertumbuhan hingga 7 persen seperti yang ditargetkan pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah memperbaiki sistem logistik. Pasalnya sistem logistik sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.
"Logisitik, ekonomi manapun tidak bsa tumbuh ketika sistem logistik tidak efisien, sistem logistik seperti sistem darah kita, kalau dipaksa akan struk, ekonomi kita akan struk kalau dipaksa tumbuh," tutupnya. (Pew/Nrm)
Advertisement