Sedang Nikmati Pizza, Nyawa 2 Polisi Melayang Ditembak Pasutri

Menurut keterangan saksi kepada polisi, salah satu penembak berteriak "Ini adalah awal dari revolusi" sebelum menembak.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 09 Juni 2014, 08:35 WIB
Polisi Las Vegas. (NBC News)

Liputan6.com, Las Vegas - Malang benar nasib kedua polisi Las Vegas, AS ini, mereka ditembak oleh pasangan suami istri (pasutri) saat sedang menyantap pizza di sebuah kafe. Nyawa mereka pun melayang.

Penyergapan di sebuah tempat makan pizza di Las Vegas yang berlanjut ke Walmart terdekat, menyebabkan 5 orang tewas pada Minggu 8 Juni waktu setempat. Termasuk dua petugas polisi dan pasutri yang menembak.

"Seorang pria dan seorang wanita menembak dua polisi saat mereka sedang makan siang di Cici's Pizza sekitar pukul 11.20 waktu setempat," jelas juru bicara Kepolisian Metro Las Vegas, Larry Hadfield seperti dikutip Liputan6.com dari NBC News, Senin (9/6/2014).

Menurut keterangan saksi kepada polisi, salah satu penembak berteriak "Ini adalah awal dari revolusi" sebelum menembak petugas patroli tersebut.

Petugas yang ditembak diidentifikasi sebagai Alyn Beck berusia 42 tahun dan Igor Soldo berusia 32 tahun.

"Salah satu polisi sempat menembak duo penembak itu, sebelum menyerah akibat luka parahnya," tutur Sheriff Doug Gillespie pada konferensi pers.

"Petugas saya itu sedang makan siang ketika penembakan terjadi," kata Gillespie. "Ia dari keluarga baik-baik dan mereka meninggalkan orang yang dicintai."

Setelah serangan itu, pasutri penembak melucuti senjata serta amunisi milik polisi yang mereka tembak. Lalu mereka ke seberang jalan menuju Walmart. "Di mana mereka menembak dan membunuh orang lain," kata para pejabat.

Deputi Sheriff Kevin McMahill mengungkapkan, salah satu penembak adalah pria berkulit putih dan tinggi yang kemudian berteriak "semua orang keluar" sebelum melepaskan hujan peluru di Walmart.

"Ketika polisi tiba di toko, mereka menemukan satu korban di depan pintu masuk, dan kemudian terlibat baku tembak dengan tersangka yang melarikan diri ke dalam toko," urai Gillespie.

Petugas kemudian mendengar tembakan yang ternyata tembakan bunuh diri. "Tersangka wanita pertama menembak seorang pria dan kemudian dirinya sendiri," ucap Gillespie.

Para tersangka sejauh ini belum diidentifikasi, dan motif penembakannya pun belum jelas. Para pejabat menekankan, penyelidikan itu masih dalam tahap awal.

Toko Walmart itu pun ditutup sementara waktu, untuk kepentingan penyidikan polisi.

"Kami menyampaikan belasungkawa kami yang terdalam kepada semua orang yang menjadi korban dalam tindakan tidak masuk akal ini," kata juru bicara kepolisian lainnya, Brooke Buchanan.

Cici Pizza juga mengeluarkan pernyataan serupa. "Kami sangat sedih dengan kejadian tragis ini, dan doa kami untuk keluarga serta teman-teman dari petugas serta korban lain yang meninggal."

Pihak Cici Pizza juga menyatakan akan menutup toko mereka untuk sementara waktu.

Insiden penembakan juga sebelumnya terjadi di negara bagian AS, Kanada pada Rabu 4 Juni 2014 malam waktu setempat. Beberapa polisi pun meregang nyawa dan terluka. Pelakunya adalah Rambo palsu, yang berkeliaran membawa senjata. (Yus)

Baku tembak terjadi di Moncton, Kanada pada Rabu 4 Juni 2014 malam waktu setempat. Beberapa polisi pun meregang nyawa dan terluka.

"Tiga perwira tewas dan dua lainnya terluka oleh seorang pria bersenjata di Moncton, New Brunswick," jelas polisi Kanada.

- See more at: http://news.liputan6.com/read/2058926/rambo-palsu-bersenjata-berkeliaran-di-kanada-3-polisi-tewas#sthash.WFX8V6Op.dpuf

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya