Malcolm Glazer, Pemilik MU yang Tak Pernah Dicinta Suporternya

MU mengoleksi sembilan gelar Liga Premier dan sebuah trofi Liga Champions di bawah kepemilikannya.

oleh Adyaksa Vidi diperbarui 29 Mei 2014, 06:29 WIB
Protes para fans MU terhadap takeover Malcolm Glazer pada 2005.

Liputan6.com, Manchester: Pemilik MU, Malcolm Glazer tutup usia pada Rabu (28/5/2014) pagi waktu AS atau Kamis dini hari WIB. Namun, kepergian pengusaha itu kemungkinan takkan ditangisi oleh mayoritas penggemar Setan Merah.

Glazer menjadi pemilik MU sejak tahun 2005. Di bawah kepemilikannya, Glazer sukses membawa MU berjaya di dalam dan luar lapangan. Di dalam lapangan, MU mengoleksi sembilan gelar Liga Premier dan sebuah trofi Liga Champions.

Di luar lapangan prestasi MU lebih fenomenal karena menjadi salah satu klub olah raga terbesar di dunia. Bahkan, nama MU sudah menjadi salah satu brand terpercaya bersaing dengan Real Madrid dan Bayern Muenchen.

Namun, bukan berarti Malcolm sudah mendapat tempat di hati penggemar MU. Mereka menganggap Glazer membeli MU hanya untuk menutupi utangnya yang menumpuk.

Bahkan, hingga kini yel-yel 'Cinta MU, Benci Glazer' masih terdengar setiap kali MU bertanding. Beberapa kelompok suporter juga masih kerap membawa syal berwarna hijau dan emas sebagai simbol perlawanan pada Glazer.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya