Liputan6.com, Jakarta - Meski selama ini Iran hanya menjadi "tim penghibur" di Piala Dunia, pada turnamen sepakbola terbesar tahun ini, tidak salah bila memprediksi Iran akan meramaikan persaingan menuju tangga juara Dunia.
Dari hasil selama babak Kualifikasi zona Asia (AFC), Iran sukses menempati peringkat 1 dalam klasemen putaran tiga dan empat. Iran kini siap membuktikan diri menjadi tim terpandang dari Asia dalam gelaran sepakbola akbar empat tahunan itu.
Advertisement
Di babak ketiga Kualifikasi, Iran satu grup dengan Indonesia. Namun, Iran yang ditangani oleh eks-assiten pelatih Manchester United dan Real Madrid terlalu tangguh. Iran menempati peringkat pertama. Hasil ini membuat tim berjuluk The Iranian Lions itu lolos otomatis ke putaran selanjutnya.
Bergabung dengan raksasa sepakbola di benua kuning, Korea Selatan, sepak terjang Iran tidak terbendung. Iran tampil sebagai juara grup A mengemas 16 poin. Selama di putaran empat, Iran memetik 5 kemenangan, 2 kekalahan dan sekali imbang. Hasil bagus selama babak kualifikasi Piala Dunia setidaknya menjadi modal berharga buat Iran untuk mengikuti jejak tim Asia seperti Jepang dan Korea Selatan yang mampu menembus fase gugur. Selama 4 kali tampil di Piala Dunia, Iran belum bisa melakukannya.
Ini menjadi Piala Dunia ke-4 bagi Iran. Tim yang punya julukan lain, Bintang Persia itu telah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia 1978, 1998 dan 2006. Mengawali Piala Dunia 2014, Iran tergabung di grup F bersama Argentina. Nigeria, dan Bosnia Herzegovina.
Kiprah di Piala Dunia
Piala Dunia 1978 di Argentina menjadi tonggak bersejarah sepakbola Iran. Sejak Piala Dunia pertama kali digelar pada 1930, mimpi Iran untuk tampil di gelaran sepakbola terakbar itu terealisasi di tahun teresebut.
Iran sukses menyingkirkan 22 negara kontestan dari Asia. Iran menjadi satu-satunya tim yang mewakili Asia di Piala Dunia. Selama gelaran Piala Dunia 1978, Iran hanya berstatus sebagai tim "underdog" alias sama sekali tidak diunggulkan. Iran langsung kandas di babak penyisihan grup.