Liputan6.com, Abuja - Wajah kedua perempuan itu tergores dan berdarah. Sisa-sisa kepedihan mereka terlihat dari seragam sekolah kotor dan compang camping yang menempel pada tubuh.
Dua gadis remaja itu ditambatkan ke pohon, pergelangan tangan mereka terikat dengan tali dan ditinggalkan sendirian di semak-semak di Nigeria agar mati dengan sendirinya oleh kelompok teroris Boko Haram. Meskipun telah diperkosa dan diseret sepanjang hutan, mereka masih hidup bertahan dari teriknya matahari tropis dan kelembaban udara di hutan.
Advertisement
Adegan suram itu ditemukan oleh remaja berusia 15 tahun bernama Baba Goni. Seperti dibeberkan di Daily Mail, Minggu (18/5/2014).
"Mereka duduk di tanah, di dasar pohon, kaki mereka terlentang di depan -- mereka hampir tidak sadarkan diri," kata Baba yang bertindak sebagai pemandu salah satu dari banyak tim yang pencari murid perempuan Nigeria yang diculik dari sekolah mereka bulan lalu oleh Boko Haram -- dan sekarang di tengah-tengah kampanye internasional bersama untuk kebebasan mereka.
Adegan mengerikan itu ia dan rekan-rekannya temui, seminggu setelah penculikan awal pada tanggal 15 April, di semak belukar berduri dekat Desa Ba'ale, 1 jam perjalanan dari Chibok, di mana 276 anak perempuan berusia 16 sampai 18 diculik dari asrama sekolah.
Sejauh ini sekitar 223 dari 276 masih belum ditemukan.
Saat menemukan mereka, Baba, yang termuda dari kelompok, diminta menjauh. Sementara rekannya yang berusia jauh lebih tua menolong keduanya dengan pisau milik Baba.
"Mereka menggunakan pisauku untuk memotong memotong tali," katanya. "Aku mendengar gadis-gadis menangis dan mengatakan kepada orang lain bahwa mereka telah diperkosa, kemudian ditinggal."
"Kami tidak bisa berbuat banyak untuk mereka. Mereka tidak ingin berbicara dengan setiap laki-laki di sana. Semua yang bisa kami lakukan adalah untuk mendapatkan mereka ke dalam kendaraan dan mengantar mereka ke polisi keamanan di Damboa. Mereka tidak mau berbicara, mereka hanya berpelukan satu sama lain dan menangis," urai Baba.
Untuk Baba, anak petani yang tidak pernah keluar dari Borno, itu adalah hal mengejutkan. Melihat gadis-gadis muda diperlakukan secara brutal oleh teroris yang sangat dikenal. (Mut)