Pengembangan Wisata Seruyan Terkendala Infrastruktur

Selain wisata alam, Seruyan juga memiliki potensi wisata budaya karena di daerah tersebut bernaung suku Dayak.

oleh Arthur Gideon diperbarui 13 Mei 2014, 19:49 WIB
Sudarsono (Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah)

Liputan6.com, Jakarta Untuk meningkatkan pendapatan daerah, Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mencoba untuk mengembangkan potensi wisata daerah. Namun, pengembangan tersebut mendapat tantangan masalah infrastruktur.

Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Sudarsono menjelaskan, di daerahnya terdapat banyak sekali potensi pariwisata yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

"Di daerah selatan ada sungai yang bisa digunakan untuk rafting, ada danau, ada juga pantai. Sedangkan di daerah utara ada pegunungan yang masih alami dan juga air terjun," tuturnya saat berkunjung ke kantor Liputan6.com, Selasa (13/5/2014).

Selain wisata alam, Seruyan juga memiliki potensi wisata budaya karena di daerah tersebut bernaung suku Dayak yang adat istiadatnya masih sangat kental.

"Kami juga mempunyai Taman Nasional Tanjung Puting," tambah  Sudarsono. Di dalam taman nasional tersebut, wisatawan dapat melihat monyet ekor panjang, bekatan dan orang utan yang masih liar.

Namun, untuk mengembangkan potensi tersebut terdapat tantangan yang cukup berat yaitu infrastruktur yang belum memadai. Seluruh jalan darat sepanjang 500 kilometer belum ditapaki oleh aspal.

Untuk membangun infrastruktur tersebut menurut Sudarsono membutuhkan dana yang tidak sedikit. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hanya sebesar Rp 900 miliar tidak akan cukup untuk membenahi infrastruktur.  Selain itu, Seruyan masih termasuk sebagai kawasan tertinggal. (Gdn/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya