Mengenal Bang Pi'i, Jagoan Pasar Senen Tempo Dulu

Pada masa itu, kelompok keamanan paling tersohor adalah Cobra di bawah pimpinan Imam Syafi’ie alias Bang Pi’i.

oleh Yus AriyantoDiterbitkan 28 April 2014, 07:11 WIB
Pasar Senen (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Jauh sebelum terbakar pada pekan lalu, pada dekade 1950-an, Pasar Senen adalah telah menjadi kawasan perdagangan yang sibuk. Terus berdenyut selama 24 jam.

Sebagaimana kawasan niaga lain, di sana tumbuh pula bisnis keamanan. Pada masa itu, kelompok paling tersohor adalah Cobra di bawah pimpinan Imam Syafi’ie alias Bang Pi’i.

Pada masa revolusi fisik, ia ikut berjuang mengangkat senjata bersama anak=anak Pasar Senen lain. Bang Pi'i juga sempat diterjunkan menumpas pemberontakan PKI di Madiun pada 1948.

Setelah perang kemerdekaan kelar, TNI melakukan rasionalisasi. Banyak anak buah Bang Pi'i yang gagal lolos seleksi menjadi tentara. Karena ketokohannya, Bang Pi'i dirangkul dan menjadi anggota TNI dengan pangkat kapten dan ditempatkan di Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya.

Cobra menjadi wadah anak buah Bang Pi'i yang tak tertampung di ketentaraan. Tugas utama mereka menjaga keamanan Pasar Senen. Tentu saja, ada iuran yang mesti disetor para pedagang.

Bermula dari Pasar Senen, organisasi ini berkembang cepat. Juga menguasai wilayah Jatinegara, Ancol, Tanah Abang, dan Cempaka Putih. Anggotanya ribuan orang.

Bang Pi'i dikenal disiplin. "Kalau Pak P'i memergoki ada anggota Cobra bikin ribut di restoran, anak buahnya ini akan ditempeleng Pak Pi'i," tulis Misbach Yusa Biran dalam memoarnya, Kenang-Kenangan orang Bandel.

Misbach menggambarkan, Bang Pi'i tak seperti tokoh 'dunia kekerasan.' Tubuhnya relatif kecil, dengan wajah dihiasi kumis tipis. "Sikap lakunya sopan. Sama sekali tidak  terbayang  dia adalah pemberani pada masa kemerdekaan dan membawahi orang-orang hitam," tulis sineas yang lama bergaul bersama para seniman lain di Senen itu.

Reputasi Bang Pi'i juga sampai istana. Dalam Kabinet Dwikora II, yang terdiri dari hampir 100 menteri, Bung Karno menunjuk Bang Pi'i sebagai Menteri Negara Urusan Keamanan. Saat itu pangkatnya letnan kolonel.

Ketika G30S meletus, Bang Pi'i ikut dijebloskan ke penjara Nirbaya, Jakarta Timur, bersama para tahanan politik lain. Dianggap sebagai Sukarnois. Pada 1970, ia meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya