PKS Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Pileg dan Arah Koalisi

Setidaknya ada 99 orang pengurus Majelis Syuro yang akan hadir dalam pertemuan itu.

oleh Edward Panggabean diperbarui 27 Apr 2014, 10:36 WIB
Bendera PKS terus dikibarkan oleh para kader selama berlangsungnya Kampanye Akbar PKS di Stadion GBK Jakarta (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pertemuan tertutup dengan pengurus Majelis Syuro, dengan agenda membahas hasil Pileg yang telah berlangsung 9 April lalu.

"Majelis Syuro rencananya evaluasi Pileg itu, sejak Pileg berlangsung kita belum evaluasi," kata anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring, di DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (27/4/2014).

Selain itu, kata Tifatul, DPP PKS akan menentukan arah koalisi jelang Pilpres, 9 Juli mendatang -- meski KPU belum merilis secara resmi perolehan suara hasil Pileg secara nasional.

"Kedua menentukan arah koalisi. Di provinsi kan sudah dan kita punya sistem internal sendiri," ujar pria yang juga menjabat Menkominfo itu.

Lamaran Gerindra

Terkait 'proposal' kepada Partai Gerindra, Tifatul mengatakan partainya belum mengetahui, karena belum dapat ditentukan. Semua harus dituangkan dalam rapat bersama Majelis Syuro.

"(Komunikasi) paling intens, baru pembicaraan seperti Pak Prabowo Subianto, dengan teman kita PPP, PAN. Nah, nanti keputusannya di rapat Majelis Syuro," kata Tifatul.

Pria yang akrab disapa Tifa itu menjelaskan, pertemuan tertutup Majelis Syuro ini sekaligus membentuk tim komunikasi kepada capres dari parpol lain, sambil melihat hasil akhir perolehan suara resmi Pileg.

"Tim akan dibentuk hari ini, ada pun obrolan informal sudah ada. Tim yang dibentuk itu untuk komuniksi dengan semua parpol," ujar mantan Presiden PKS itu.

Setidaknya ada 99 orang pengurus Majelis Syuro yang akan hadir dalam pertemuan itu. Selain Tifatul, petinggi PKS lain yang telah hadir di antaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan, Presiden PKS Aniss Matta.

Hingga kini PKS belum menentukan arah koalisinya. Sejumlah partai poros seperti PDIP, Golkar dan Gerindra juga belum ada pernyataan resmi menggandeng partai yang berideologi religi itu.

Sementara sejumlah pengamat menilai, peta politik Pemilu 2014 akan muncul partai poros tengah, yang terdiri dari partai Islam seperti PPP, PKB, PKS dan PAN. Namun koalisi poros tengah dinilai sulit terbentuk melihat berbagai latar belakang sentimen partai.

Selain itu, pengamat juga menilai partai poros tengah akan sulit mengalahkan ketiga partai poros itu, jika tidak memiliki capres-cawapres yang mampu menandingi capres yang sudah muncul saat ini, seperti Jokowi. (Raden Trimutia Hatta)

 

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya