Liputan6.com, Jakarta - Api yang membakar ribuan kios di Pasar Senen, Jakarta Pusat, berangsur padam. Pasar Senen masuk ke tahap pendinginan.
"Tinggal pendinginan. Pendinginan kira-kira sampai maghrib," ujar Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta Subedjo di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (25/4/2014).
Proses pemadaman juga makin cepat karena pihak polisi memakai helikopter untuk menuangkan air ke atas lokasi kebakaran. "Selain itu, kita juga semprotkan biang busa. Jadi lebih efektif untuk melingkupi api," tuturnya.
Kebakaran di Pasar Senen terjadi mendekati target waktu revitalisasi Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen Blok III oleh PD Pasar Jaya, pada Juli nanti.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun mengatakan mudahnya kebakaran terjadi karena gedung pasar tersebut sudah cukup tua. Bahkan, pihak asuransi pun menolak untuk menanggung akibat dari bahaya kebakaran.
"Bangunan itu terlalu tua jadi gampang kebakar, tahu nggak? Asuransi itu nggak mau tanggung tuh gitu karena dia sudah tahu bahaya kebakarnya," ujar Ahok di Balaikota.
Bahkan, para pedagang Pasar Senen sendiri, menurutnya, sebenarnya sudah cukup kooperatif dengan terus mendorong Pemprov DKI untuk merenovasi. "Mereka juga sudah sadar. Pedagang (Senen) ini paling bagus, paling baik," imbuh mantan Bupati Belitung Timur itu.
Soal kebakaran yang diduga hasil sabotase pun dibantah oleh Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis. Ia memastikan tidak ada unsur sabotase dalam peristiwa tersebut. Karena rencana renovasi tersebut telah disepakati oleh kedua pihak, pedagang dan PD Pasar Jaya.
"Di Pasar Senen tersebut ada 3.100 tempat usaha. Kira-kira yang terbakar 2/3-nya. Tak ada sabotase karena pihak pedagang sudah setuju, pihak kami juga sudah setuju. Tinggal menunggu waktu sebenarnya" kata Djangga. (Yus Ariyanto)
Advertisement