Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali berencana mengadakan rapat pleno untuk melakukan islah (perdamaian) terkait konflik internal yang terjadi di tubuh partai berlambang ka'bah tersebut. Namun sayang, tak semua petinggi PPP menyambut baik niat pria yang karib disapa SDA itu.
Sekretaris Jenderal PPP, Romahurmuziy menegaskan, tidak akan datang pada rapat pleno yang akan dilaksanakan besok di kantor DPP PPP. Mengapa?
"Saya tidak akan hadir karena undangan tersebut. Karena tidak diniatkan islah," ujar Romahurmuziy kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (21/4/2014).
Menurutnya, islah yang diwacanakan Suryadharma Ali hanyalah sebuah fatamorgana. Karena menurut pria yang karib disapa Romi itu, rapat tersebut justru akan memperlihatkan arogansi pimpinan. Karena tidak turut mengundang para kader yang telah dipecat.
"Benar-benar ini islah buatan yang tidak dilandasi itikad baik menyelesaikan persoalan. Karena sekali lagi mempertontonkan arogansi, karena tidak mengundang kader-kader yang dipecat secara inkonstitusional," ucap Romi.
Advertisement