Liputan6.com, Papua - Polda Papua telah memetakan 17 daerah rawan pada Pemilu Legislatif yang digelar 9 April besok. Sebagian besar wilayah itu terdapat di pegunungan tengah Papua, Kota Jayapura, Kepulauan Yapen, Manokwari, Sorong, Maybrat, dan Kabupaten Waropen.
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, sejumlah personel untuk amankan daerah rawan itu sudah digeser. Pihaknya juga mendapatkan 200 personel tambahan dari Brimob Kelapa Dua, Depok.
Saat ini anggota Brimob tersebut sudah bergeser ke Manokwari 60 personel, Sorong 40 personel, dan 100 personel di Kota Jayapura. Sementara 1.000 personel Brimob Den A Jayapura juga sudah bergeser ke beberapa lokasi yang dianggap rawan.
Untuk pengamanan juga ada 7 polres yang kekurangan personel dan telah digeser sebanyak 500 personel untuk kekurangan tersebut.
"Personel kami sudah menempel pada kotak suara. Sebagian personel bahkan sudah berada di lokasi pencoblosan. Pihak Kodam Cenderawasih juga memberikan tambahan 1 batalyon untuk mem-back up Polda dan di setiap polres ada perbantuan sebanyak 1 pleton anggota TNI," papar Tito, Selasa (8/4/2014).
Sementara masalah penembakan yang terjadi diperbatsan dipastikan tidak akan mengganggu jalannya pemilu di Papua. "Dalam pengejaran kami menemukan bukti kartu anggota dan dari jaringan siapa kelompok tersebut. kami terus lakukan langkah persuasif," ungkapnya.
Tito juga mengaku bakal terjadi potensi konflik horizontal, salah satunya karena sistem noken yang masih digunakan di sejumlah daerah di Pegunungan Tengah Papua, beberapa DPT juga meningkat dengan tajam. Potensi konflik tersebut bakal ditekan agar tak tidak terjadi kekerasan.
"Jika ada perbedaan hukum, harus didorong dengan mekanisme nonkekerasan. Bawaslu juga harus menjadi wasit yang baik, sementara partai politik yang menjadi peserta dapat menggunakan cara hukum dalam menyelesaikan konflik nantinya, baik PTUN, MK maupun jalur DKPP. Kami berharap pemilu besok berjalan baik dan lancar," tukas Tito.
Advertisement