Liputan6.com, Yogyakarta Mantan Ketua MK Mahfud MD membongkar kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2009 lalu. Untuk itu ia berharap pemilu tahun ini berkualitas yang indikasinya bersihnya dari kecurangan-kecurangan pada masa lalu.
Kecurangan itu, kata Mahfud, ada pada manipulasi suara pemilih golput yang diperjualbelikan.
"Pemilu saat ini harus lebih berkualitas menghindari kecurangan di masa lalu. Banyak golput kartunya diambil oleh PPS lalu dijual. Dulu ada kasus seperti itu. Tahun 2009 banyak kasus seperti itu yang masuk ke MK. Daftar pemilihnya 300, golput 200. Yang golput ini dijual," kata Mahfud di RM Ny. Suharti Jalan Solo, Senin (07/04/2014).
Selain itu ada kecurangan lain yang sudah didatanya. Yaitu kecurangan antara parpol dengan parpol ataupun antara caleg dengan caleg. Kecurangan yang terjadi adalah jual beli suara antara caleg-caleg tersebut.
"Kecurangan parpol dengan parpol. Caleg dengan caleg. Misalnya saya caleg dengan suara 19 ribu namun kurang seribu suara. Anda dapat suara 2 ribu. Anda pasti tidak terpilih lalu biasanya mereka jual beli suara. Seratus juta digabung di sini. Itu banyak terjadi", jelas Mahfud.
Mahfud mengungkapkan kecurangan juga terjadi saat rekapitulasi suara. Dari tiga hal kecurangan yang didatanya, ia berharap kepada bawaslu, KPU dan juga pers untuk mengawal proses pemilu 2014. Ia juga menegaskan saat di MK, dirinya membatalkan 72 kursi dewan karena kecurangan-kecurangan.
"Kecurangan di rekapitulasi. Yang mengantar ke pusat rekapitulasi ini orangnya sudah lain-lain. Ini sering terjadi pemalsuan. Harus dipantau lagi dan tidak terjadi lagi. Apa betul kejadian itu? Betul. Karena waktu saya di MK, saya membatalkan 72 kursi karena kasus-kasus kecurangan seperti itu," jelas Mahfud. (Elin Yunita Kristanti)
Advertisement
Baca juga:
Menko Polhukam: Tak Puas Hasil Pileg Jangan Main Hakim Sendiri
Sayembara TPS Ala Walikota Bandung Berhadiah Nginap di Hotel
Pengamat: Banyak Caleg di Pemilu 2014 Bikin Pemilih Bingung