Cerita Deputi Baru Kemenpora Gatot S Dewa Broto

Gatot S Dewa Broto menjadi pejabat baru di lingkungan Kemenpora. Sejak tahun lalu sebenarnya Menpora Roy Suryo mengajaknya bergabung.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 27 Maret 2014, 18:24 WIB
Gatot S. Dewa Broto menjadi pejabat baru di lingkungan Kemenpora. Sejak tahun lalu sebenarnya Menpora Roy Suryo mengajaknya bergabung.

Liputan6.com, Jakarta Menpora Roy Suryo baru saja merombak dan melantik jajaran pejabat eselon I Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Perombakan yang menarik adalah masuknya pejabat baru yang sebelumnya berkecimpung di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas (Kapusformas) Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto telah resmi dilantik menjadi Deputi Bidang Infrastruktur Kemenpora pada Rabu (26/3/2014) di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Menurut Roy, Gatot merupakan figur yang tepat untuk mengisi Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan di Kemenpora karena prestasinya sebagai public relations di pemerintahan.

"Pak Gatot tahun lalu merupakan public relations dari pemerintahan yang terbaik. Saya ingin memberdayakan Deputi 5 yang lebih fokus pada sarana dan prasana, di sini Pak Gatot sekaligus menjadi humasnya. Harapannya semoga hubungan dengan berbagai pihak dapat terjalin dengan baik," jelas Roy usai melantik jajaran pejabat esolon I Kemenpora.

Saat dimintai keterangan terpisah, Gatot menceritakan pertama kali diminta bergabung oleh Roy yang terjadi sekitar tahun lalu, tidak lama setelah Roy yang juga mantan anggota DPR dilantik menjadi Menpora.

"Tawarannya pertama kali terjadi 1 tahun yang lalu. Beliau waktu itu telepon dan saya kaget ketika ditawari berkarir di Kemenpora. Waktu itu kita ngobrol pakai bahasa Jawa halus. Pada prinsipnya oke, tapi waktu itu saya bilang harus kontak Pak Tifatul (Menkominfo Tifatul Sembiring) dulu," ungkapnya.

Setelah diinformasikan ke Menkominfo, ternyata Gatot masih diminta untuk bertahan menjadi kepala humas Kemenkominfo.

"Pak Tif dengan bahasa halus mengatakan, jangan dulu. Ya saya pun mematuhinya, rupanya sampai 1 tahun," jelas Gatot yang juga telah menulis buku "The PR".

Lebih lanjut, Gatot menceritakan pertemuannya kembali dengan Roy saat acara jamuan KTT APEC. Saat itu Gatot merupakan penanggung jawab media center pemerintah RI.

"Waktu itu jamuan kenegaraan APEC, para menteri dan tamu termasuk Pak Roy berjalan di koridor karpet merah yang melewati media center. Saya yang menyambut dan menyapa para tamu, lantas Pak Roy dengan bahasa halusnya bilang masih kerso (mau). Saya kaget itu, masih valid Pak? Tapi lagi-lagi saya minta supaya hubungan Pak Tif. Kemudian setelah itu dari Kemenpora langsung mengantar surat ke Sekjen Kemenkominfo, yang kemudian mendapat jawaban positif dari Pak Tif. Ya begitulah behind the story-nya, Pak Roy ini sabar banget orangnya," ujar Gatot.

Setelah mendapatkan mandat baru, Gatot mengungkapkan akan langsung tancap gas dan bekerja dengan profesional. Baginya, tugas saat ini tidak jauh beda dengan tugas saat menjadi Kepala Badan Umum Pos dan Telekomunikasi yang mengurus infrastruktur telekomunikasi tahun 2005.

"Prosedur di sini (Kemenpora) akan lebih berat, di sini bidang harmonisasi dan kemitraan mengurus humas dan berhubungan dengan infrastruktur. Ini seperti kembali pada tahun 2005 saat di Postel, untuk ini jelas saya punya pengalaman," jelasnya.

Program jangka pendek dan jangka panjang akan disiapkan Gatot bersama jajarannya. Gatot juga mengatakan akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Kemenpora dan legitimasi yang manis untuk kepemimpinan Menteri saat ini. Yang ke depan bisa saja berubah, karena tidak tahu apa yang akan terjadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya