[Pekerjaan Impian] Guru, Profesi yang Selalu Menginspirasi

Dari sebuah pendaftaran untuk mengajar di pelosok negeri selama 1 tahun, di situlah titik balik dalam dirinya untuk terjun di profesi guru.

oleh Maria Flora diperbarui 05 Mar 2014, 09:44 WIB
Dari sebuah pendaftaran untuk mengajar di pelosok negeri selama 1 tahun, di situlah titik balik dalam dirinya untuk terjun di profesi guru.

Citizen6, Jakarta Jalan hidup telah menuntun saya untuk masuk di jurusan keguruan dalam perkuliahan. Tak pernah terlintas di bayangan saya sebelumnya, nantinya saya akan terjun di profesi guru. Sampai akhirnya, saat saya berada di bangku kuliah tingkat akhir. Ada sebuah pendaftaran untuk mengajar di pelosok negeri selama 1 tahun. Di situlah titik balik dalam diri saya muncul.

Satu bulan setelah mengikuti prosesi wisuda, program ini mengirimkan para sarjana untuk mengajar di daerah tertinggal dengan lama kontrak satu tahun, yaitu menjadi guru di daerah terpencil.

Setelah menjalani pembekalan dan dididik langsung oleh angkatan tentara, saya dan rekan-rekan pun diberangkatkan menuju daerah penempatan, yakni di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Setahun berlalu, banyak inspirasi yang didapatkan dari anak-anak di daerah ini. Banyak diantara mereka yang motivasi belajarnya masih rendah, apalagi jika tidak didukung oleh keluarga. Sehingga, tidak heran banyak anak didik saya yang membolos di waktu-waktu tertentu dan memilih membantu orang tuanya mencari kayu, berkebun dan jualan di pasar. Namun, sebagian siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan sangat ingin menjadi orang yang berhasil nantinya.

Saya juga kagum dengan bapak kepala sekolah di sekolah dimana saya ditempatkan. Ia memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengubah pola pendidikan di daerahnya agar lebih maju. Setahun penuh kisah di NTT, efeknya masih terasa sampai sekarang  meskipun telah kembali ke Jawa.

Menjadi guru adalah tentang berbagi inspirasi. Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Seperti pepatah tut wuri handayani, guru harus menjadi sosok yang mampu digugu lan ditiru. Selain memberi contoh yang baik, seorang guru juga harus mampu membimbing siswanya.

Ketika saya belajar menjadi seorang guru, maka saya juga telah belajar menjadi seorang ibu yang baik. Bagaimana saya bisa berhenti bilang kalo menjadi guru adalah pekerjaan impian? Dan ketika kita bekerja sesuai passion atau impian, kita seolah sedang tidak bekerja. Melainkan sedang melakukan hobi yang dibayar! (mar)

Penulis
Ina Rakhmawati
Alamat Blog : www.inarakhmawati.com
Twitter : @LOVELY_iena
 

Baca juga:
[Pekerjaan Impian] Berkarir di Google
[Pekerjaan Impian] Menjadi Dietisien untuk Kemajuan Negeri
[Pekerjaan Impian] Berbagi Wawasan Itu Membuat Bersemangat

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya