WHO Ungkapkan Alasan Rokok Mudah Masuk Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat banyaknya alasan di balik mengapa industri rokok begitu gampang masuk ke Indonesia.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 28 Feb 2014, 11:00 WIB
.

Liputan6.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat banyaknya alasan di balik mengapa industri rokok begitu gampang masuk ke Indonesia, dan dengan mudah memperkenalkan dagangannya kepada masyarakat Indonesia. Apa sajakah?"Selain populasi di Indonesia terbesar nomor empat di dunia, Indonesia juga menduduki peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia juga. Tak heran mengapa perusahaan rokok begitu terpincut untuk membuka pasarnya di sini," kata Perwakilan WHO Faruqh Quraishi dalam diskusi bertema `Relevansi CSR Industri Rokok di Bidang Pendidikan` di Media Centre Komnas Anak, Jakarta, Kamis (27/2/2014)Diketahui juga bahwa sebanyak 80 persen perokok di Indonesia merupakan remaja usia 19 tahun. Di mata industri rokok, remaja itu merupakan sasaran tepat untuk menggantikan bagi para perokok terdahulu yang sudah tidak merokok atau meninggal dunia."Itu kan sudah sesuai dengan tujuan mereka untuk mencari perokok pemula. Apalagi 90 persen anak sudah terpapar rokok, dan 10 persen lainnya memiliki sesuatu yang berhubungan dengan rokok," kata dia menambahkan.Dengan data yang ada ini, kata Faruqh, sudah menjadi bukti yang jelas bahwa memang industri rokok mengincar anak-anak dan remaja.Lebih lanjut dia mengatakan, dalam Regional Workshop on Denormalization of Tobacco Industry by Banning Its Corporate Social Responsibilty (CSR), yang diselenggarakan oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) pada 16 sampai 17 Oktober 2013, di Phnom Penh, Kamboja ditarik  kesimpulan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang dianggap masih sangat toleran dengan industri rokok di lingkungan pendidikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya