Liputan6.com, Jakarta: Dampak krisis keuangan global sudah sangat mencekik pengusaha kecil dan membuat usaha konveksi di Jakarta terancam gulung tikar karena sepinya pesanan. Seperti usaha konveksi milik Ardianto di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Mesin-mesin jahit miliknya sudah lama tidak digunakan. Bahkan, sebagian sudah dijual oleh Ardianto.
Pengusaha konveksi pakaian anak-anak ini mengaku sudah tiga bulan tidak mendapat pesanan. Para pekerjanya pun menganggur tanpa mendapat penghasilan. Di kawasan ini ada ratusan pekerja konveksi yang terancam kehilangan pekerjaan.
Tidak semua seperti Ardianto karena ada juga pengusaha yang masih mendapat pesanan jahitan seperti Hidayat. Hanya saja, ia mengaku jumlah pesanan menurun drastis hingga 40 persen. Namun ia tidak menyerah untuk terus bertahan dengan usahanya meskipun sangat berat.
Para pengusaha memperkirakan, tahun depan ada sekitar 80 ribu pekerja dari industri tekstil dan garmen terancam kehilangan pekerjaan. Sebuah pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah untuk mengatasi badai krisis keuangan global agar industri kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dapat terus berjalan.(ADO/Ido Sitompul dan Rudi Utomo)
Pengusaha konveksi pakaian anak-anak ini mengaku sudah tiga bulan tidak mendapat pesanan. Para pekerjanya pun menganggur tanpa mendapat penghasilan. Di kawasan ini ada ratusan pekerja konveksi yang terancam kehilangan pekerjaan.
Tidak semua seperti Ardianto karena ada juga pengusaha yang masih mendapat pesanan jahitan seperti Hidayat. Hanya saja, ia mengaku jumlah pesanan menurun drastis hingga 40 persen. Namun ia tidak menyerah untuk terus bertahan dengan usahanya meskipun sangat berat.
Para pengusaha memperkirakan, tahun depan ada sekitar 80 ribu pekerja dari industri tekstil dan garmen terancam kehilangan pekerjaan. Sebuah pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah untuk mengatasi badai krisis keuangan global agar industri kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dapat terus berjalan.(ADO/Ido Sitompul dan Rudi Utomo)