Polisi Menuding GAM Membunuh Anggota DPRD Aceh

Polisi menuduh GAM sebagai penembak Sekretaris F-PPP DPRD Nanggroe Aceh Darussalam Zaini Sulaiman. GAM membantah dengan berdalih musuh GAM bukanlah anggota DPRD, tapi TNI/Polri.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 September 2001, 01:43 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Misteri pembunuhan anggota DPRD Tingkat I Nanggroe Aceh Darussalam Zaini Sulaiman mulai terungkap. Menurut Wakil Komandan Satuan Tugas Penerangan Operasi Pemulihan Keamanan Aceh Komisaris Besar Sudarsono, baru-baru ini, polisi telah mengetahui identitas dan kini tinggal menangkap penembak Zaini. Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu ditembak dua orang tak dikenal di kediamannya, Ahad kemarin [baca: Sekretaris F-PPP DPRD I Aceh Tewas Ditembak].

Menurut Sudarsono, saat ini polisi terus menyelidiki kasus tersebut. Empat orang saksi telah dimintai keterangan. Dari penuturan saksi diketahui bahwa almarhum Zaini memang sudah lama diincar aktivis Gerakan Aceh Merdeka. "Indikasinya cukup kuat. Soalnya, almarhum sempat diculik GAM lima bulan silam, meski akhirnya dilepaskan kembali," kata Sudarsono.

Polisi kini juga tengah mempelajari keterkaitan penembakan Zaini dengan pembunuhan Rektor Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry Safwan Idris, 15 November 2000. Menurut Sudarsono, tak menutup kemungkinan dua peristiwa itu juga terkait dengan penembakan mantan Wakil Gubernur Aceh T.Djohan, 10 Mei silam. Sudarsono menduga, penembak tokoh masyarakat Serambi Mekah itu adalah GAM di bawah pimpinan Abu Sofyan.

Menyikapi tuduhan ini, Juru Bicara GAM Aceh Rayek Ayah Sofyan membantah. Menurut dia, GAM tak membunuh Zaini Sulaiman. Sebab, musuh GAM bukan anggota DPRD, melainkan anggota TNI/Polri. Sementara itu, anggota DPRD Nanggroe Aceh Darussalam Nazir Jami mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut [baca: Polisi Diminta Mengusut Pembunuhan Anggota DPRD Aceh]. Nazir melihat polisi tak serius menangani berbagai kasus pembunuhan di Tanah Rencong. Buktinya, hingga kini, tak satu pun kasus pembunuhan terhadap tokoh masyarakat Aceh yang terungkap.(ULF/Muktaruddin Yakub dan Ferry Effedi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya