Harga Jual Rendah, Petani Tak Minat Tanam Kedelai

Kalangan petani di Jawa Tengah, ternyata tak berminat menanam kedelai. Harga jual komoditas itu di pasaran rendah sehingga dibutuhkan varietas kedelai unggul yang bisa mendongkrak harga jual.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Januari 2008, 06:26 WIB

Liputan6.com, Semarang: Kalangan petani di Jawa Tengah, ternyata tak berminat menanam kedelai. Sebab, harga jual komoditas itu di pasaran rendah sehingga dibutuhkan varietas kedelai unggul yang bisa mendongkrak harga jual. Varietas kedelai yang dikembangkan petani merupakan jenis varietas yang cocok untuk daerah subtropis. Padahal, Jateng termasuk iklim tropis sehingga mutu produksi tak optimal. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) Jateng Aris, di Semarang, baru-baru ini.

Ia mengakui, varietas kedelai yang ada sekarang ini memang kurang menarik bagi petani. Alhasil, Dispertan Jateng meningkatkan luas area, peningkatan teknologi varietas, dan menambah jumlah kebutuhan dengan meningkatkan produksi. Namun, Aris optimistis, pihak Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Pertanian dalam masa mendatang mampu menemukan varietas yang cocok untuk daerah tropis.

Menurut Aris, varietas kedelai yang selama ini ditanam petani, yakni wilis, lokon, galunggung, dan malabar. Sekalipun kedelai jenis itu sebenarnya dari iklim subtropis, namun telah dilakukan persilangan agar mampu beradaptasi dengan kondisi Jateng.

Adapun Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Haris mengatakan, penurunan minat petani menanam kedelai disebabkan tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual. Kondisi ini membuat mereka lebih memilih menanam padi atau jagung karena dianggap lebih praktis dan ekonomis.(ANS/Antara)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya