Ramai-Ramai Menentang DCA Indonesia-Singapura

Pemkab Natuna, Pemprov Kepulauan Riau, dan DPR akan bersatu menentang perjanjian kerjasama pertahanan (DCA) Indonesia-Singapura yang diadakan di Area Bravo. Bupati Natuna, Daeng Rusnadi menilai DCA banyak merugikan warga Natuna.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Desember 2007, 22:00 WIB
Liputan6.com, Natuna: Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan DPR akan bersatu menentang perjanjian kerjasama pertahanan (DCA) Indonesia-Singapura yang diadakan di Area Bravo, Natuna. "Bersama DPR, kami [Natuna dan Kepulauan Riau] bersatu menentang DCA," kata anggota Komisi I DPR RI Sidarto di Natuna seperti dilansir Antara, Rabu (12/12).

Sidarto mengatakan penolakan ketiga institusi itu merupakan cerminan suara nurani rakyat yang serempak menolak pelaksanaan DCA dan sudah selayaknya didengar pemerintah pusat. Tak ada alasan bagi pemerintah meneruskan kerjasama itu karena seluruh fraksi DPR telah menolaknya.

Bupati Natuna, Daeng Rusnadi menilai DCA banyak merugikan warga Natuna. Selain ketakutan dan depresi dengan penggunaan perlengkapan perang di wilayahnya, latihan pertahanan itu juga akan membuat Natuna lebih terisolir. Penerbangan satu-satunya dari Batam juga akan terganggu karena harus berputar melalui Kalimantan.

Latihan perang juga diperkirakan akan mengganggu ekosistem. Padahal, menurut Daeng, sebagian besar warga Natuna adalah nelayan. "Bayangkan, nelayan sudah takut melaut karena ada mortir beterbangan. Mereka juga tidak bisa mendapatkan ikan karena ikannya lari semua," imbuh Daeng.(TOZ/Antara)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya