Perangi Pemanasan Global dengan Tas Ramah Lingkungan

Kaum elit di Bangkok memulai aksi memerangi pemanasan global dengan memulai dari pusat perbelanjaan mewah. Yaitu, mengganti tas belanja plastik dengan tas yang dapat didaur ulang.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 September 2007, 17:41 WIB
Liputan6.com, Bangkok: Kaum elit di Bangkok, Thailand, memulai aksi memerangi pemanasan global dari pusat perbelanjaan mewah. Demikian dilaporkan Antara.

Sejak beberapa hari lalu, sebuah pusat perbelanjaan mewah melancarkan kampanye ramah lingkungan dengan mengganti tas belanja plastik dengan tas yang dapat didaur ulang.

Mulai saat ini para pengunjung yang berbelanja diberi dua pilihan. Pertama, menggunakan tas plastik yang ramah lingkungan. Kedua, dapat membeli tas terbuat dari kanvas dengan harga sesuai ukuran.

Tas plastik ramah lingkungan terbuat dari bahan campuran organik. Bahan tersebut dijamin dalam waktu satu setengah tahun akan dapat mudah diurai kembali.

Pihak pusat perbelanjaan mewah tersebut mengaku menggunakan 150 juta tas plastik ramah lingkungan untuk setahun. Harga tas plastik yang tidak merusak lingkungan itu lebih mahal 5 persen dari plastik biasa.

Sementara itu, satu pusat perbelanjaan lain menawarkan tas kanvas kepada para pengunjung sambil mempromosikan untuk mengatakan "tidak" kepada tas plastik yang selama ini digunakan.

Bangkok disebut sebagai tempat yang cocok untuk memulai kampanye hijau. Sebab, kota metropolitan tersebut menyumbang 40 persen dari emisi karbon Thailand.

Gubernur Bangkok Apirak Kosayothin berharap dapat mengurangi emisi karbon melalui kampanye agar pengguna kendaraan bermotor mau berpindah menggunakan bahan bakar bio yang jauh menghemat energi. Plus, melakukan penanaman pohon di kota yang berpenduduk 10 juta warga itu.

"Gaya hidup kaum kelas elit dan menengah di Bangkok harus berubah," kata Tara Buakamsri, seorang ahli cuaca dan energi.

Menurut Tara, "Mengganti tas plastik yang biasa dengan tas plastik ramah lingkungan adalah satu langkah awal yang baik. Setelah itu kita dapat melakukan hal yang lebih sulit yaitu mengurangi penggunaan energi di gedung-gedung tinggi dan di perumahan."(YUS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya