Bungkusan Diduga Bom Ditemukan di Hotel Johns Pardede

Sebuah kantong plastik hitam mengagetkan anggota satuan pengamanan Hotel Johns Pardede, Jalan Raden Saleh I, Jakarta Pusat. Tim Gegana Polri akhirnya membawa kantong plastik hitam itu ke Unit Penjinak bom.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Agustus 2001, 06:27 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Seakan tiada henti kasus peledakan dan teror bom di Tanah Air, dalam beberapa pekan terakhir. Kali ini, seorang anggota satuan pengamanan Hotel Johns Pardede, Jalan Raden Saleh I, Jakarta Pusat, menemukan sebuah bungkusan plastik hitam yang diduga berisi bom, Selasa (7/8). Selanjutnya, Tim Gegana Polri membawa bungkusan tersebut ke Unit Penjinak Bom Kelapa Dua, Depok, untuk diperiksa.

Menurut Kepala Satpam Hotel Johns Pardede Leo Pasiribu, awalnya, seorang anggotanya bernama Basuki Nurawan menemukan bungkusan di sebuah pot bunga di lantai satu. Lantas, Basuki melaporkan temuan itu kepadanya. "Bungkusan seberat 1,5 kilogram itu bergambar tengkorak dan ada nomor registrasinya," kata Leo. Untuk mengantisipasi keadaan, Leo segera melaporkan temuan ke Kepolisian Sektor Senen, Jakarta Pusat. Tak lama berselang, polisi segera membawa bungkusan tersebut dan menyisir sekitar hotel. Hingga saat ini, polisi masih mengusut peristiwa tersebut.

Sementara itu, Tim Dokter Rumah Sakit dokter Sutomo, Surabaya, Jawa Timur, mengumumkan hasil autopsi seorang korban peledakan bom di Jalan Kedung Sroko Nomor 25 [baca: Seorang Wanita Tewas Akibat Ledakan Bom]. Berdasarkan autopsi, tim dokter menemukan delapan butir mur dan baut di tubuh Nainul Aliyanti, 36 tahun.

Menurut sumber SCTV di Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, tim dokter menemukan mur dan baut di bagian otak sebanyak dua butir. Sementara dua butir lain bersarang di jantung. Sedangkan empat butir menempel di rusuk kiri dan kanan. Satu butir lain ditemukan di lipatan pakaian korban. Disebut juga, tangan kanan dan kiri korban dalam keadaan remuk. Hingga kini, polisi sudah memeriksa sepuluh orang saksi di Markas Polwitabes Surabaya, termasuk sopir bemo dan beberapa penumpang. Guna pengusutan lebih lanjut, polisi akan memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi ledakan.

Di tempat terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Saleh Saaf menyatakan, peledakan di rumah Pendeta John Then M. Th berasal dari bahan peledak bertekanan rendah [baca: Ledakan Bom Terjadi di Rumah Pendeta]. Namun, ia belum memastikan jenis bahan peledak tersebut. Menurut Saleh, hingga kini polisi masih mencari kemungkinan keterkaitan peristiwa itu dengan kasus peledakan yang menimpa seorang istri pendeta di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu silam.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya