Liputan6.com, Sorong: Ratusan mantan dan ahli waris karyawan Netherland New Guinea Petroleum Maskapai (NNGPM) mendatangi Depo Pengelolaan Pertamina Sorong, Papua Barat, Rabu (1/4). Kedatangan mereka merupakan bentuk protes atas sikap Pertamina yang tidak kunjung membayar hak-hak kerja. Ini setelah perusahaan minyak milik pemerintah kolonial Belanda itu dinasionalisasikan menjadi Pertamina 40 tahun lalu.
Akibat aksi ini penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah daerah di Sorong dan kepulauan di Papua Barat sempat lumpuh total. Namun berkat jaminan dari kepolisian setempat, akhirnya depo pengisian BBM dapat dioperasikan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Meski demikian, mantan dan ahli waris NNGPM mengancam akan menyita semua asset Pertamina di Sorong jika perusahaan itu masih belum juga menjawab tuntutan mereka yang telah ditunggu sejak 1964.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Akibat aksi ini penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah daerah di Sorong dan kepulauan di Papua Barat sempat lumpuh total. Namun berkat jaminan dari kepolisian setempat, akhirnya depo pengisian BBM dapat dioperasikan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Meski demikian, mantan dan ahli waris NNGPM mengancam akan menyita semua asset Pertamina di Sorong jika perusahaan itu masih belum juga menjawab tuntutan mereka yang telah ditunggu sejak 1964.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)