Liputan6.com, Singapura: Orangtua David Hartanto Wijaya telah membawa abu jenazah anaknya. Rencananya mereka akan kembali ke Tanah Air, Rabu (4/3). David ditemukan tewas di lantai parkir Nanyang Technological University, tempat ia kuliah. Diduga, korban melompat dari lantai empat setelah menikam dosen pembimbingnya, Profesor Chan Kap Luk.
Sementara itu, keadaan rumah keluarga David di Jakarta masih lengang. Pihak keluarga merasa banyak kejanggalan dalam kasus kematian David. "Kemampuan dia untuk membunuh orang sangat tidak mungkin," kata Kusuma Wijaya, paman David.
Di tempat terpisah, juru bicara Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Yayan Mulayana, menyatakan, kesimpulan penyebab kematian David dan motif penusukan akan diputuskan melalui pengadilan koroner Singapura. Menurut Yayan biasanya butuh waktu sekitar empat bulan untuk mendapatkan jawaban penyebab insiden maut itu.
David ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai empat Universitas Nanyang Singapura. Sebelum kuliah di Singapura, David termasuk anak cerdas di sekolahnya. Bahkan almarhum pernah mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika di Mexico tahun 2005. Diduga David sedang menghadapi masalah dengan tugas akhir kuliahnya [baca: Jenazah Mahasiswa asal Indonesia Dikremasi].(IAN)
Sementara itu, keadaan rumah keluarga David di Jakarta masih lengang. Pihak keluarga merasa banyak kejanggalan dalam kasus kematian David. "Kemampuan dia untuk membunuh orang sangat tidak mungkin," kata Kusuma Wijaya, paman David.
Di tempat terpisah, juru bicara Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Yayan Mulayana, menyatakan, kesimpulan penyebab kematian David dan motif penusukan akan diputuskan melalui pengadilan koroner Singapura. Menurut Yayan biasanya butuh waktu sekitar empat bulan untuk mendapatkan jawaban penyebab insiden maut itu.
David ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai empat Universitas Nanyang Singapura. Sebelum kuliah di Singapura, David termasuk anak cerdas di sekolahnya. Bahkan almarhum pernah mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika di Mexico tahun 2005. Diduga David sedang menghadapi masalah dengan tugas akhir kuliahnya [baca: Jenazah Mahasiswa asal Indonesia Dikremasi].(IAN)