Pramuwisma Indonesia di Hongkong Demonstrasi

Pramuwisma Indonesia di Hongkong berdemonstrasi menuntut penghentian pungutan liar atas upah. Agen tenaga kerja disinyalir sebagai perpanjangan tangan pejabat konsulat Indonesia di Cina.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Juli 2001, 07:01 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ratusan pramuwisma Indonesia yang bekerja di Hongkong berunjuk rasa di depan Gedung Konsulat Indonesia, di Wanchai Cina, Jumat (20/7). Dalam demonstrasi ini pramuwisma mendesak pemerintah Indonesia menghentikan karyawan konsulat yang mempraktekkan pungutan liar.

Selain itu, pramuwisma juga mengadukan para majikan mereka yang sudah melakukan penyiksaan untuk diadili secara hukum. Aksi demonstrasi pramuwisma Indonesia ini mendapat dukungan dari sejumlah pramuwisma asal Filipina dan Nepal. Unjuk rasa di Hongkong adalah aksi terbesar selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Pada saat berorasi, para pembantu rumah tangga ini menggambarkan, meski pemerintah Hongkong sudah memberlakukan ketentuan upah minimum dan jumlah komisi yang berhak diperoleh agen pengerah tenaga kerja, mereka mengaku dibayar sangat rendah. Bahkan agen pengerah tenaga kerja yang sudah mendapat pengakuan konsulat, kembali memotong upah mereka sebesar 90 persen. Seorang di antara pramuwisma mengatakan, agen tenaga kerja itu disinyalir perpanjangan tangan oknum pejabat konsulat.(KEN/Trt)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya