Liputan6.com, Jakarta: Tarif angkutan tak akan turun meski harga premium menjadi Rp 5.500 per liter. DPP Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) menilai penurunan premium terlalu rendah dan belum bisa menutup ongkos perawatan kendaraan akibat naiknya harga suku cadang yang mencapai 200 persen.
Di Palembang, Sumatra Selatan para sopir angkutan kota dan buskota meminta agar penurunan harga bahan bakar minyak secepatnya diberlakukan. Meski menurut mereka penurunan Rp 500 tak terlalu berarti. Para sopir keberatan bila tarif angkutan diturunkan.
Penurunan harga premium disambut protes para nelayan di Karawang, Jawa Barat. Mereka menuntut agar pemerintah juga menurunkan harga solar. Harga solar saat ini yang mencapai Rp 6.500 per liter dirasa terlalu berat sehingga banyak nelayan kini berhenti melaut.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Di Palembang, Sumatra Selatan para sopir angkutan kota dan buskota meminta agar penurunan harga bahan bakar minyak secepatnya diberlakukan. Meski menurut mereka penurunan Rp 500 tak terlalu berarti. Para sopir keberatan bila tarif angkutan diturunkan.
Penurunan harga premium disambut protes para nelayan di Karawang, Jawa Barat. Mereka menuntut agar pemerintah juga menurunkan harga solar. Harga solar saat ini yang mencapai Rp 6.500 per liter dirasa terlalu berat sehingga banyak nelayan kini berhenti melaut.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)