Kisah Drupadi, Perempuan di Titik Kemarahan

Pertanyaan mengenai kesetiaan, cinta, dan harga diri perempuan ditampilkan dalam sebuah pagelaran teater tari tradisional di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pentas disajikan 30-an penari dari Dedi Luthan Dance Company sampai 29 Juli.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Juli 2008, 07:24 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Pertanyaan mengenai kesetiaan, cinta, dan harga diri perempuan ditampilkan dalam pagelaran teater tari tradisional di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pagelaran ini mengangkat kisah salah seorang tokoh perempuan terpenting dalam kisah klasik Mahabharata yaitu Dewi Drupadi.

Bertanya Drupadi kepada dirinya sendiri. Tidak bisakah perempuan mendapatkan kesempurnaan dari seorang suami? Cinta dan baktinya kepada sang suami, Puntadewa, Putra Drupada, dibalas dengan menelanjangi dan mempertaruhkannya di meja judi. Tak bolehkah seorang perempuan mengungkapkan sakitnya.

Pentas tari ini berjudul Drupadi Mulat, ketika perempuan berada di titik kemarahan. Perjuangan seorang permaisuri mengalami derita yang banyak dialami para perempuan. Pentas disajikan 30-an penari dari Dedi Luthan Dance Company sampai 29 Juli.(YNI/Riko Anggara dan Budi Sukmadianto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya