Liputan6.com, Jakarta: Pembagian dana alokasi umum (DAU) kerap mengundang masalah. Itulah sebabnya, baru-baru ini, pemerintah tengah membahas model baru penyaluran DAU yang dianggap tepat. Sebab, selama ini, mekanisme penyaluran DAU menjadi satu di antara kekecewaan daerah terhadap pemerintah pusat. Empat universitas kini tengah dilibatkan dalam pembentukan model baru DAU, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Hasanuddin.
Pengamat ekonomi UI Ninasapti menilai, kelemahan mekanisme DAU selama ini tampak dari penetapan besaran DAU yang tak memperhitungkan besar kebutuhan fungsi yang didesentralisasikan. Bahkan, sebaliknya, hanya membuat perhitungan sederhana dengan mempergunakan data, seperti jumlah penduduk dan luas daerah. Desentralisasi sendiri telah mengalihkan sebelas fungsi ke daerah dan hanya menyisakan sedikit fungsi di pemerintahan pusat. DAU telah mendapatkan sorotan tajam dari banyak daerah. Mereka berpandangan, pembagian DAU tidak cukup memuaskan.(RSB/Fahmi Ihsan dan Jony Akbar)
Pengamat ekonomi UI Ninasapti menilai, kelemahan mekanisme DAU selama ini tampak dari penetapan besaran DAU yang tak memperhitungkan besar kebutuhan fungsi yang didesentralisasikan. Bahkan, sebaliknya, hanya membuat perhitungan sederhana dengan mempergunakan data, seperti jumlah penduduk dan luas daerah. Desentralisasi sendiri telah mengalihkan sebelas fungsi ke daerah dan hanya menyisakan sedikit fungsi di pemerintahan pusat. DAU telah mendapatkan sorotan tajam dari banyak daerah. Mereka berpandangan, pembagian DAU tidak cukup memuaskan.(RSB/Fahmi Ihsan dan Jony Akbar)