Liputan6.com, Jakarta: Naiknya suku bunga Bank Indonesia cepat atau lambat akan diikuti langkah pihak perbankan menaikkan bunga kredit motor. Rencana ini ternyata jauh-jauh hari sudah diantisipasi lembaga pembiayaan kredit sepeda motor dengan menaikkan bunga kredit.
Meski bunga kredit makin mahal, sepeda motor tetap jadi pilihan warga. Terlebih setelah harga bahan bakar minyak naik, ongkos transportasi juga ikut naik. Bagus Rizal, misalnya, karyawan swasta ini memutuskan tetap membeli sepeda motor. Naiknya ongkos angkutan umum membuat ia harus menghitung ulang pengeluaran untuk transportasi. "Meski kredit saat ini tidak semurah dulu, motor lebih hemat dan cepat," kata Bagus, belum lama ini.
Advertisement
Lembaga pembiayaan sepeda motor selain akan menaikkan bunga kredit dan uang muka, juga akan lebih selektif dan hati-hati memberi kredit. Karena, menurut Suhartono, Presiden Direktur Federal International Finance (FIF), banyak sepeda motor ditarik karena gagal bayar [baca: Kredit dan Uang Muka Sepeda Motor Akan Naik ].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)