Proses pembakaran jenazah menjadi abu memakan waktu sekitar sejam. Setelah didoakan kembali, abu dibawa ke laut untuk dilarung. Mereka percaya, inilah jalan menuju ke rumah keabadian, istana Sang Maha Kuasa. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Sarkofagus kerbau yang dibakar saat prosesi ngaben. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Prosesi pembakaran sarkofagus dalam bentuk kerbau. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Kaum pria membawa sarkofagus dalam bentuk kerbau dalam acara ngaben massal di Gianyar, Bali, Indonesia, 02 September 2013. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Sarkofagus dalam bentuk kerbau dalam acara ngaben massal di Gianyar, Bali, Indonesia, 02 September 2013. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Ngaben sering juga disebut pelabon kepada mereka yang sudah berpulang. Dalam ritual tersebut, keluarga dapat membebaskan arwah dari ikatan-ikatan duniawi untuk selanjutnya menuju nirwana. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Kematian dalam sudut pandang umat Hindu sesungguhnya hanya raga. Sedangkan roh atau atma tidak. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Menara kremasi di arak menuju lokasi pembakaran. Ngaben tersebut melibatkan 63 sawa (kerangka jenazah) dikremasi dalam prosesi sakral. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)
Seorang pria Bali naik di menara kremasi dalam prosesi untuk `ngaben`, upacara ngaben massal (2/9/2013), di Desa Payangan di Kabupaten Gianyar, Bali. (AFP/Sonny Tumbelaka/wwn)