Puluhan "Pendekar" Winongo dan Teratai Bentrok

Bentrokan para pendekar dari kubu yang selalu bersaing ini berlangsung di sejumlah titik jalan di Madiun. Perseteruan antardua perguruan silat yang memiliki ribuan anggota ini berlangsung puluhan tahun dan belum selesai.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Januari 2008, 18:02 WIB

Liputan6.com, Madiun: Acara Suro`an Agung yang merupakan kegiatan tahunan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Winongo, Madiun, Jawa Timur, Ahad (20/1), kembali ternoda. Para "pendekar" Setia Hati Winongo bentrok dengan anggota Perguruan Setia Hati Teratai.

Bentrokan para pendekar dari dua kubu yang selalu bersaing ini berlangsung di sejumlah titik jalan di Madiun. Dalam aksi ini, tak ada korban jiwa. Hanya saja sejumlah rumah penduduk rusak terkena lemparan batu.

Saling lempar batu baru reda setelah polisi dan TNI diterjunkan ke lokasi. Petugas lalu menghalau para pendekar untuk pulang ke rumah masing-masing. Petugas juga berhasil menyita sejumlah senjata tajam.

Kasus perseteruan antardua perguruan silat yang memiliki ribuan anggota ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun dan belum selesai. Winongo dan Teratai dulunya satu perguruan di bawah asuhan Ki Ngabehi Suro Diwiryo.

Karena suatu sebab, para murid Ki Suro mengalami perpecahan dan masing-masing berupaya untuk membesarkan perguruannya. Belakangan perpecahan ini menjadi perseteruan yang gampang meletus [baca: Pengikut Perguruan Winongo Kembali Mengamuk].(JUM/Dirgo Suyono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya