Izzeldin, Dokter Palestina di Pemukiman Israel

Seorang dokter berkebangsaan Palestina mengabdi sepenuh hati di pemukiman Israel. Ia berharap, suatu saat kelak, sikap profesionalnya bisa menjembatani hubungan antara Israel-Palestina.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Juni 2001, 23:04 WIB
Liputan6.com, Bersheeba: Perang tak meruntuhkan hati Izzeldin Abuelaish menjadi egois. Dokter berkebangsaan Palestina ini, di tengah pertikaian laten antara Palestina dan Israel, secara konsisten membantu keluarga Israel yang mengalami masalah kesuburan. Sehari-hari, dokter kandungan ini bekerja di rumah sakit bersalin modern Soroka di Beersheba --di selatan Israel.

Lima hari dalam sepekan, Izzeldin meninggalkan kediamannya di kompleks pengungsian warga Palestina, Jabaliya, di Jalur Gaza, untuk menunaikan tugas kemanusiaannya menolong pasangan Israel yang kesulitan memperoleh keturunan. Di Kamp Jabaliya, ia tinggal bersama seorang istri, enam orang anak dan beberapa keluarga dekat. Dokter Izzeldin menyatakan, pengabdiannya semata-mata demi kemanusiaan. Namun, ia mengharapkan, suatu saat kelak, sikap profesionalnya bisa menjembatani hubungan kedua bangsa.

Ahli kebidanan berusia 46 tahun ini telah mengabdi di wilayah Israel sejak perundingan damai Palestina-Israel pada tahun 1993. Dokter ini menyadari perjuangan dan penderitaan yang dialami bangsa Palestina amat berat dan menyakitkan. Namun, bagi dia, kebencian dan dendam bukan jalan keluar atas konflik kedua bangsa di Jazirah Arab itu.(RSB/Jsi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya