Liputan6.com, Jakarta: Dua aktor kawakan Hollywood, Michael Caine dan Demi Moore, beradu akting dalam film drama thriller berjudul Flawless. Film yang mengambil lokasi di London, Inggris, sekitar '60-an ini menceritakan persekongkolan jahat dalam kasus perampokan permata.
Caine berperan sebagai seorang pesuruh di perusahaan permata terbesar di London. Ia merasakan kecewa dengan perusahaan tempatnya bekerja. Pasalnya, saat menjelang pensiun klaim asuransi untuk istrinya yang sakit ditolak perusahaan. Sosok yang memimpikan pembebasan para pekerja ini mencium adanya masalah. Hal ini mendorong Caine merencanakan perampokan terhadap perusahaaan itu.
Langkahnya dibantu seorang eksekutif wanita perusahaan yang diperankan Moore. Ia juga dikecewakan perusahaan itu karena tidak kunjung dipromosikan. Mereka akhirnya bersekongkol menutupi kejahatan tersebut. Film yang didasarkan kisah nyata ini disutradarai Michael Radford.
Menanggapi film yang tengah diputar di bioskop Tanah Air itu, Ian Wijaya, seorang pengamat film, mengatakan Flawless merupakan drama soal gangster yang beralur sederhana dengan pengemasan cukup baik. Selain itu, kekuatan film ini ada pada akting dua pemeran utama Demi Moore dan Michael Caine. "Apalagi Demi Moore, ia mampu berperan sebagai wanita yang berusia 30 tahun. Padahal Moore kini 15 tahun lebih tua," kata Ian.
The Kingdom, FBI Vs Teroris
Hollywood: Film The Kingdom berkisah tentang aksi agen federal Amerika Serikat (FBI) Ronald Fluery yang diperankan oleh pemenang Academy Award, Jamie Foxx. Ia dan timnya memburu kelompok teroris yang meledakkan komplek perumahan orang asing di Riyad, Arab Saudi. Misi rahasia mereka di Arab Saudi ternyata menghadapi kendala. Otoritas kerajaan Arab Saudi tidak menyukai kehadiran Fluery.
Lantaran terbelit aturan dan waktu, Fluery harus bekerja sama dengan intelijen setempat. Kolonel Al-Ghazi yang diperankan Ashraf Barhoum, membantu Fluery memahami politik kerajaan dan mengungkap kasus terorisme itu. Informasi tentang jaringan teroris justru membuat keselamatan Fluery dan rekan-rekannya terancam. Film yang disutradarai Pert Berg ini dirilis di AS pada 28 September 2007.
Lika-Liku Cinta Segitiga dalam The Reef
Hollywood: The Reef merupakan film animasi yang menceritakan seekor ikan muda bernama Pi yang kehilangan orang tua setelah terjerat jaring nelayan. Pi kemudian pindah dari perairan Boston, Amerika Serikat, menuju kawasan terumbu karang tempat bibinya, Pearl. Di tempat baru ini Pi jatuh hati kepada Cordelia, seekor ikan yang cantik dan baik hati. Namun, Pi harus berhadapan dengan Troy, ikan hiu jahat yang juga mencintai Cordelia. FIlm ini akan segera tayang di bioskop Tanah Air.
The City of Violence, Mengungkap Kematian Sahabat
Seoul: Kisah persahabatan yang harus berakhir tragis diangkat dalam The City of Violence yang akan diputar di bioskop Indonesia pada awal Oktober mendatang. Film asal Korea Selatan ini bermula saat Wang Jae terbunuh. Kabar kematian Wang Jae itu mengejutkan teman lamanya, Tae Su yang berprofesi sebagai polisi di Seoul, Korsel. Tae Su mencurigai adanya misteri besar di balik tewasnya Wang Jae. Tae Su bersama rekannya Suk Hwan berusaha mengungkap misteri tersebut. Mereka terkejut ketika mengetahui sosok pembunuh Wang Jae.(RMA/Jasmine Valentine)