Liputan6.com, Surabaya: Tempat tinggal mantan Presiden Sukarno saat menjadi siswa sebuah sekolah menengah tingkat atas di Surabaya, Jawa Timur, sama sekali tak terawat dengan baik. Padahal sejak 1966, perawatan rumah milik tokoh pergerakan nasional Haji Oemar Said Cokroaminoto yang berada di Jalan Peneleh, Gang VII Nomor 29-31 itu, telah dilimpahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya.
Saat ini, kondisi rumah kos Bung Karno --Sukarno biasa disapa-- itu sangat memprihatinkan. Tiap malam, rumah tersebut selalu dalam keadaan gelap gulita lantaran tak ada satu pun lampu. Bahkan, tembok rumah tersebut sudah banyak yang mengelupas. Padahal, pada 1917, Bung Karno kerap menggelar berbagai ajang diskusi dengan tokoh nasional untuk merancang kemerdekaan Indonesia. Selain itu, banyak literatur yang menyebutkan, kematangan berpikir Bung Karno mengenai pergerakan nasional lebih banyak ditempa di tempat tersebut.
Mengetahui kenyataan itu, anggota DPRD Jatim I. Soepomo mengatakan, sudah selayaknya Pemkot Surabaya lebih memperhatikan dan merawat peninggalan bersejarah tersebut. Bahkan, ia meminta Pemkot setempat segera menganggarkan dana untuk merenovasi bangunan yang pernah dititipkan pada perwira TNI Angkatan Darat, Soejoto itu. "Sudah selayaknya rumah itu dijadikan sebuah cagar budaya di Surabaya," kata Soepomo.(ICH/Hasan Sentot dan Joko Selistiabudi)
Saat ini, kondisi rumah kos Bung Karno --Sukarno biasa disapa-- itu sangat memprihatinkan. Tiap malam, rumah tersebut selalu dalam keadaan gelap gulita lantaran tak ada satu pun lampu. Bahkan, tembok rumah tersebut sudah banyak yang mengelupas. Padahal, pada 1917, Bung Karno kerap menggelar berbagai ajang diskusi dengan tokoh nasional untuk merancang kemerdekaan Indonesia. Selain itu, banyak literatur yang menyebutkan, kematangan berpikir Bung Karno mengenai pergerakan nasional lebih banyak ditempa di tempat tersebut.
Mengetahui kenyataan itu, anggota DPRD Jatim I. Soepomo mengatakan, sudah selayaknya Pemkot Surabaya lebih memperhatikan dan merawat peninggalan bersejarah tersebut. Bahkan, ia meminta Pemkot setempat segera menganggarkan dana untuk merenovasi bangunan yang pernah dititipkan pada perwira TNI Angkatan Darat, Soejoto itu. "Sudah selayaknya rumah itu dijadikan sebuah cagar budaya di Surabaya," kata Soepomo.(ICH/Hasan Sentot dan Joko Selistiabudi)