Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara Terparah

Sekretaris Satkorlak Penanggulangan Bencana Hamsyir Lair mengungkapkan, kondisi paling parah dialami Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara. Di dua wilayah ini sejumlah rumah roboh. Kendati begitu, korban tewas tercatat masih dua orang.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 September 2007, 05:24 WIB

Liputan6.com, Bengkulu: Gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter dan berkedalaman 10 kilometer di barat laut Bengkulu membuat listrik padam dan komunikasi sempat terputus di Kota Bengkulu. Getaran gempa juga terasa di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatra hingga Jakarta. Hingga Kamis (13/9) pukul 03.00 WIB, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi menyebutkan, dua orang tewas dan belasan warga luka-luka.

Saat dihubungi SCTV melalui sambungan telepon, Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Bengkulu Hamsyir Lair mengungkapkan, masyarakat Bengkulu mulai tenang. Sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing karena tsunami yang sempat dikhawatirkan tak terjadi. Kendati demikian, guncangan gempa membuat banyak rumah dan perkantoran rusak. Sejumlah warga pun luka-luka [baca: BMG: Kepastian Tsunami Diketahui Pukul 20.00 WIB].

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu itu mengungkapkan pula, kondisi paling parah dialami Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara. Di dua wilayah ini sejumlah rumah roboh. Kondisi Rumah Sakit Umum Bengkulu juga dilaporkan mengalami banyak kerusakan. Kendati begitu, korban tewas tercatat masih dua orang. Saat ini, imbuh Hamsyir, sebagian warga masih ada yang mengungsi. Untuk itu, pihak Satkorlak telah menyiapkan sejumlah tenda dan dapur umum.

Pagi ini aliran listrik sudah pulih. Pun demikian sambungan telepon atau komunikasi sudah mulai pulih meski terkadang terputus-putus. Sementara landasan pacu di bandar udara di Bengkulu, kondisinya baik. Dengan demikian, imbuh Hamsyir, pihaknya siap menerima bantuan dan menyalurkannya segera kepada para korban gempa.

Koresponden SCTV Rishnaldi melaporkan, sejumlah tenda darurat didirikan di Rumah Sakit M. Yunus, Bengkulu. Tenda itu untuk menampung pasien dan sejumlah korban gempa. Adapun sebagian dari mereka kondisinya tak begitu parah. Hanya saja, mereka masih trauma dan menginginkan ditempatkan di halaman rumah sakit. Satu di antaranya Syamsul. Istrinya bahkan meninggal dunia akibat gempa. Sedangkan dua anaknya mengalami cedera [baca: Dua Warga Bengkulu Dilaporkan Meninggal].

Untuk diketahui, gempa besar juga pernah mengguncang Bengkulu pada Juni 2000 dengan kekuatan 7,3 skala Richter. Peristiwa tujuh tahun silam itu menewaskan 94 orang dan menghancurkan ribuan rumah. Namun, gempa kali ini dirasakan hampir di seluruh kota di Sumatra, terutama sepanjang pesisir barat.

Sementara di Padang, Sumatra Barat, gempa susulan membuat banyak warga tak berani pulang. Mereka memilih bermalam di tempat terbuka. Hingga Rabu tengah malam, gempa susulan masih terjadi. Walau pusatnya di Bengkulu, getarannya terasa sampai di Kota Padang. Di daerah Berok, Purus, Ulak Karang dan Air Tawar, Padang, banyak warga bermalam di luar rumah. Sebagian memilih tidur di lapangan. Mereka khawatir jika pulang, rumah mereka akan ambruk karena gempa susulan [baca: Gempa Susulan Masih Menguncang Bengkulu].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya