Liputan6.com, Riau: Perusahaan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), produsen bubur kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau hingga Selasa (4/9) masih bisa berproduksi. Namun, pihak manajemen RAPP memperkirakan bahan baku yang tersedia hanya cukup hingga Oktober mendatang.
Menurut pihak perusahaan, mereka akan kesulitan memperoleh bahan baku apabila polisi masih melarang RAPP mengambil kayu dari lahan konsesi karena izin peruntukan lahannya dinilai bermasalah. Dengan begitu perusahaan milik Sukanto Tanoto ini akan kesulitan beroperasi. Apabila kegiatan produksi terganggu, RAPP mengaku terpaksa akan mengurangi sekitar 150 ribu karyawannya [baca: Perusahaan Kertas di Riau Akan Mem-PHK Karyawannya].
Advertisement
Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigadir Jenderal Polisi Sutciptadi meminta pihak RAPP tidak menjadikan karyawan sebagai tameng terkait indikasi pelanggaran hukum. Langkah polisi ini mendapat dukungan Wahana Lingkungan Hidup Riau. Bahkan, Walhi meminta RAPP tidak menjadikan alasan perusahaannya akan ditutup dan merumahkan karyawan akibat operasi pembalakan liar.
Bahan baku yang dibutuhkan RAPP untuk menghasilkan dua juta ton bubur kertas adalah sembilan juta ton kayu. Dari jumlah ini baru separuhnya yang dipasok dari hutan tanaman industri sisanya berasal dari areal land clearing atau kawasan hutan produksi yang mendapat izin dari pemerintah. Namun, Walhi menduga sulit bagi RAPP untuk mengontrol kayu yang dipasok berasal dari hutan produksi atau malah dari pembalakan liar.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)