Jenazah Asmuni Dimakamkan Siang Ini

Sesuai wasiat, jasad Asmuni bakal dikebumikan di pemakaman keluarga di kawasan Diwek, Jombang, Jawa Timur. Hingga siang tadi para pelayat yang terdiri dari teman sesama pelawak dan kerabat dekat terus mendatangi rumah duka.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Juli 2007, 12:43 WIB
Liputan6.com, Jombang: Jenazah pelawak Totok Asmuni akan dikebumikan di pemakaman keluarga di kawasan Diwek, Jombang, Jawa Timur, Ahad (22/7) siang. Ini sesuai wasiat pelawak yang terkenal sejak bergabung dengan kelompok Srimulat ini sebelum meninggal dunia dalam usia 76 tahun [baca: Asmuni Tutup Usia].

Berdasarkan pantauan SCTV, hingga siang ini banyak pelayat yang terdiri dari teman sesama pelawak dan kerabat dekat terus mendatangi rumah duka almarhum. Sosok Asmuni yang sabar dan senantiasa murah senyum ternyata bukan ditemukan di atas panggung saja. Bahkan tetangga dan sopir pribadinya justru banyak menemukan senyuman itu dalam kehidupan sebenarnya.

Bagi rekan-rekan sejawat di Srimulat, almarhum dikenal sebagai senior yang selalu memberi semangat kepada generasi muda. Bahkan tekad memajukan Srimulat di Ibu Kota dan masuk dapur rekaman tak bisa dilepaskan dari jasa Asmuni.

Asmuni mengawali karier dalam opera tonil Lokakarya pada tahun 1970 sampai 1975. Pada 1976 hingga 1980, Asmuni bersama rekan-rekan di Srimulat berkeliling melawak di sejumlah kota. Di tahun 1980-1985, grup lawak tersebut kerap manggung sekaligus bermarkas di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, Jawa Timur. Kemudian pada 1985-2000, Srimulat hijrah ke Jakarta dan masuk dunia rekaman dan televisi.

Adapun pada tahun 2000, Asmuni memilih mundur dari dunia panggung hingga menjadi penasihat Srimulat pada 2005-2007. Selama mundur dari panggung, lelaki kelahiran Jombang, 31 Juni 1931, itu menetap di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jatim, hingga akhir hayatnya.

Anak semata wayang almarhum, Neneng Astriyah menuturkan, sejak masa jaya di panggung, ayahnya sudah mempersiapkan masa tua dengan membuka usaha rumah makan. Bahkan pada tahun 2000, Asmuni mundur dari panggung dan memberi kesempatan kepada generasi muda agar lebih maju. Sayang, hingga akhir hayatnya Asmuni belum sempat memajukan kesenian ludruk di kawasan Jombang dan Mojokerto seperti yang dicita-citakannya.(ANS/Bambang Ronggo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya