Proyek PLTN Muria Kurang Sosialisasi

Kurangnya sosialisasi menyebabkan rencana pembangunan PLTN Muria di Jepara, Jateng, dikhawatirkan masyarakat setelmpat. Saat ini, lokasi tempat pendirian PLTN Muria masih berupa ladang jagung dan hutan karet.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Juni 2007, 18:37 WIB
Liputan6.com, Jepara: Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklit (PLTN) di Semenanjung Muria di Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah, hingga Sabtu (16/6), masih menuai pro dan kontra. Banyak pihak khawatir akan dampak yang dapat ditimbulkan bila terjadi kebocoran apalagi rencana pembangunan itu belum tersosialisasikan dengan baik kepada warga.

Saat ini, lokasi tempat pendirian PLTN Muria masih berupa ladang jagung serta hutan karet yang ditanami warga. Meski bernama PLTN Muria, lokasi ini jauh dari Gunung Muria lantaran berada di pesisir Pantai Utara Jateng. Tepatnya sebelah barat Gunung Muria.

Selasa silam, massa yang mengatas-namakan Aliansi Buruh dan Masyarakat Muria berunjuk rasa menolak pembangunan PLTN  Muria yang rencananya akan ditenderkan mulai tahun depan. Sebab, khawatir akan dampaknya.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Hudi Hastowo menyatakan, proyek PLTN Muria tak seperti yang dikhawatirkan warga. Pihaknya sudah menguji berbagai kemungkinan guna menghindari ada kebocoran instalasi nuklir. Hudi menambahkan, proyek PLTN Muria bermanfaat untuk memasok kebutuhan listrik kawasan Jawa, Bali, serta Madura. Salah satu contoh reaktor nuklir yang sudah ada dan bermanfaat adalah reaktor nuklir Kartini di Sleman, Yogyakarta, yang berkapasitas 100 kilowatt dan dirancang untuk mencegah paparan radiasi [baca: Proyek PLTN Muria Ditentang].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya