Nasir Abbas: Abu Dujana Memainkan Peran Penting

Nasir Abbas mengungkapkan, Abu Dujana memiliki peran penting dalam organisasi Jamaah Islamiyah. Selain itu, ia juga memainkan peran dalam menyembunyikan Noordin M Top dan Doktor Azhari.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Juni 2007, 18:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Nasir Abbas tak bisa memastikan apakah tersangka teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di sebuah rumah di Desa Kebarongan, Kemrajen, Banyumas, Jawa Tengah, dua hari silam, Abu Dujana atau bukan. "Foto itu tak jelas. Jadi susah bagi saya untuk memastikan itu Abu Dujana," kata mantan anggota Jamaah Islamiyah ini kepada reporter Liputan 6 SCTV Rieke Amru di Liputan 6 Petang, Senin (11/6).

Nasir juga mengaku tidak kenal dengan tersangka teroris bernama Yusron. "Saya tidak kenal. Tapi kalau saya lihat orangnya, bisa saja kenal," jelas Ia. Karena itu, Nasir tidak bisa memastikan Yusron berasal dari kelompok teroris mana [baca: Tersangka Teroris Ditangkap di Rumahnya].

Terkait peran Abu Dujana di kelompok Jamaah Islamiyah hingga menjadi buruan utama polisi, Nasir mengatakan, bekas muridnya itu memiliki wewenang serta otoritas dalam struktur organsasi Jamaah Islamiyah. "Ia termasuk yang memainkan peran penting karena (jabatannya) termasuk level tingkat pusat," ungkap Nasir. Sedangkan Doktor Azhari anggota biasa dan Noordin M Top pimpinan regu.

Nasir membenarkan Abu Dujana memiliki keahlian merakit bom. Namun, Nasir mengatakan, apakah Abu Dujana berbahaya atau tidak tergantung siapa dan dari sisi mana melihatnya. "Walau ia mempunyai keahlian tapi tidak punya niat, ia bukan orang berbahaya," imbuh Nurdin.

Namun Nasir memaklumi jika polisi mencap Abu Dujana sebagai orang yang berbahaya. Pasalnya, orang yang diduga terlibat dalam sejumlah pemboman di Tanah Air itu memiliki peran penting. Selain itu, Abu Dujana juga banyak memainkan peran dalam menyembunyikan Noordin M Top dan Doktor Azhari.

Soal struktur baru Jamaah Islamiyah di bawah pimpinan Abu Dujana, Nasir mengaku suprise. Ia juga mengatakan, tidak menahu dengan istilah-istilah baru yang dijelaskan anggota kelompok Abu Dujana tersebut. Apakah Noordin M Top masih berkomunikasi dengan Abu Dujana, menurut Nasih kemungkinan itu ada. "Apalagi sesama anggota kelompok Jamaah Islamiyah, solidaritas saling membela itu ada," kata Nasir.  

Sementara itu, rumah kontrakan Adi Kusuma di pinggir sawah di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hari ini sepi ditinggalkan penghuninya. Sebelumnya, rumah itu ditempati Adi Kusuma bersama istri dan dua anaknya sejak empat bulan silam.

Selama tinggal di Desa Donoharjo, Adi Kusuma bekerja sebagai penjual roti. Di mata para warga, ia dikenal baik meski agak mencurigakan karena kerap kedatangan tamu-tamu asing. Maka warga terkejut saat mendengar Adi Kusuma ditangkap polisi karena diduga sebagai anggota teroris [baca: Tersangka Teroris Ditangkap di Rumahnya].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya