Istri tersangka hingga kini terlihat masih terguncang atas kejadian itu. Ia hanya mengurung diri di dalam rumah bersama empat anaknya.
Setelah menggerebek rumah Taqwim, polisi menangkap Aris, warga Pingu RT 02/RW 04, Karanganyar, Jateng. Aris juga diduga terlibat jaringan teroris Abu Dujanah.
Usai penangkapan terhadap bapak dua anak ini, rumah Aris terlihat sepi. Istri Aris, Giyanti, masih syok dan bersama dua anaknya yang masih kecil telah mengungsi ke rumah kerabatnya. Menurut tetangga, Aris hanya seorang petani yang membuka pengetikan komputer. Sementara istrinya membuka usaha terapi ion modern untuk membersihkan tubuh.
Penggerebekan dilakukan petugas berpakaian preman dengan senjata lengkap. Mereka langsung menggedor pintu rumah kemudian menggelandang Aris ke dalam mobil. Hingga tadi malam, belum ada keterangan resmi dari polisi mengenai penangkapan ini. Sejumlah sumber mengatakan, Aris merupakan keponakan dari Abdul Ghoni alias Suranto, tersangka kasus bom Bali Satu.
Advertisement
Di tempat lain, polisi masih melakukan penyelidikan secara intensif di rumah kontrakan Yusron alias Mahmud di Desa Kebarongan, Banyumas, Jateng. Sebelumnya, sebuah sumber menyebutkan Yusron adalah Abu Dujana, salah satu pentolan teroris yang paling dicari. Namun, polisi membantah dugaan tersebut [baca: Polisi Memburu Abu Dujana].
Penangkapan Yusron cukup mengagetkan warga setempat. Menurut warga, meski baru enam bulan tinggal di Kebarongan dia dikenal sebagai orang yang bersahabat.
Menyusul adanya informasi yang menyebutkan Yusron adalah Abu Dujana, SCTV berusaha mengkonfirmasi keterangan tersebut kepada beberapa tetangga. Setelah melihat foto Abu Dujana, mereka menyatakan adanya kesamaan wajah Yusron dengan orang yang di foto tersebut.
Yusron diduga sebagai anggota kelompok teroris pimpinan Abu Dujana. Kelompok ini diduga pelaku sejumlah aksi teror, termasuk peledakan bom di Hotel Marriot, Agustus 2003.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)