Krisis Kepemimpinan di <i>Shrek</i> 3

Film animasi Shrek kembali hadir dengan sekuel ketiganya. Diceritakan, kerajaan Far Far Away tengah mengalami krisis kepemimpinan. Shrek, si raksasa hijau dituntut untuk menyelesaikan masalah tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Mei 2007, 10:00 WIB
Liputan6.com, Los Angeles: Film Shrek kini hadir dengan sekuel ketiganya. Film animasi ini menceritakan kisah cinta seekor raksasa hijau bernama Shrek dan seorang putri bernama Fiona.

Dalam sekuel ini, dikisahkan soal krisis kepemimpinan di Kerajaan Far Far Away. Raja Harold, ayah Fiona, mendadak jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal. Shrek, selaku menantu, otomatis menjadi calon kuat pengganti Raja Harold.

Masalah muncul ketika Shrek, yang suaranya diisi oleh komedian Mike Myers, lebih memilih tinggal di rawa. Tempat yang selama ini ia diami. Sebagai gantinya, Shrek merekrut dua temannya, yaitu Donkey, si keledai, dan Puss in Boot. Sayang, upaya Shrek kandas. Pasalnya, dewan kerajaan lebih memilih Arthur, sepupu Fiona, sebagai calon raja. Walaupun, ia dikenal keras dan suka memberontak.

Kekosongan kekuasaan di kerajaan tersebut, akhirnya sampai juga ke telinga Prince Charming, yang secara diam-diam mengincar tahta tersebut. Putri Fiona, yang suaranya diisi oleh aktris cantik Cameron Diaz, tak tinggal diam. Ia merekrut teman-temannya untuk menggagalkan upaya Prince Charming.

Sementara demi kepentingannya, Shrek pun berupaya membujuk Arthur agar mau menjadi raja. Namun, Arthur justru melarikan diri. Selama pelarian, Arthur mengalami berbagai kejadian termasuk bertemu penyihir legendaris, Merlin. Atas saran Merlin, Arthur pun akhirnya sadar bahwa ia mampu memegang tahta kerajaan Far Far Away.

Pengisi suara dalam film Shrek 3 ini masih diisi bintang-bintang lama, seperti Eddy Murphy, Cameron Diaz, Mike Myers dan Antonio Banderas, serta pendatang baru, Justin Timberlake. Film ini mulai ditayangkan di bioskop-bioskop di Amerika Utara mulai 18 Mei mendatang.(REN/ Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya