Kedatangan kerangka disambut secara adat. Bak menyambut kepulangan pahlawan, isak tangis anggota keluarga mewarnai pemulangan dua kerangka Lamariapa dan Lasatande. Sambutan luar biasa juga ditunjukkan tokoh adat dan warga Donggala serta Palu. Kerangka dimakamkan Rabu (9/5) siang di Pemakaman Raja Sigi Biromaru, Donggala.
Menurut tokoh adat Donggala, Lamariapa dan Lasatande pada masa penjajahan Belanda sekitar 200 tahun silam dikenal sebagai tokoh penentang penjajahan. Belanda menangkap dan mengasingkan mereka ke Sukabumi hingga akhir hayatnya.(TOZ/Syamsuddin)
Advertisement